KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Linmas atau Perlindungan Masyarakat merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tingkat desa dan kelurahan. Pasukan berseragam hijau daun ini kerap menjadi garda terdepan saat pesta demokrasi digelar.
Namun ironisnya, peran vital mereka sering kali hanya dirasakan lima tahun sekali, lalu kembali tenggelam dalam sunyi setelah tugas usai.
Setiap momentum pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah, Linmas “keluar kandang”.
Mereka disiagakan sejak tahapan awal, mulai dari pendistribusian logistik, pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), hingga pengawalan proses penghitungan suara.
Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan fasilitas terbatas, Linmas tetap berdiri tegak menjalankan tugas negara.
Tak sedikit anggota Linmas yang harus bekerja sejak pagi hingga larut malam, bahkan rela meninggalkan pekerjaan utama demi menjaga jalannya demokrasi.
Namun, pengorbanan tersebut kerap berbanding terbalik dengan perhatian yang mereka terima. Honor yang minim, jaminan keselamatan yang terbatas, hingga perlengkapan kerja seadanya masih menjadi cerita klasik yang terus berulang.
Usai pesta demokrasi selesai, Linmas kembali “masuk kandang”. Seragam hijau daun digantung, tugas berakhir, dan perhatian pun menghilang.
Tidak ada evaluasi menyeluruh, peningkatan kapasitas berkelanjutan, ataupun jaminan kesejahteraan yang memadai.
Padahal, di luar momentum pemilu, Linmas juga memiliki peran penting dalam membantu penanggulangan bencana, menjaga ketertiban lingkungan, hingga mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Keberadaan Linmas sejatinya bukan sekadar pelengkap seremonial. Mereka adalah wajah negara di tingkat paling bawah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Mengabaikan Linmas sama artinya dengan melemahkan salah satu pilar ketahanan sosial di desa dan kelurahan. Sudah saatnya perhatian terhadap Linmas tidak bersifat musiman.
Pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan pembinaan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, serta perlengkapan yang layak agar Linmas dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan bermartabat.
Pasukan berseragam hijau daun ini telah membuktikan kesetiaan dan pengabdian mereka. Jangan sampai Linmas hanya dikenang saat dibutuhkan, lalu dilupakan setelah tugas selesai.
Demokrasi yang sehat dan lingkungan yang aman membutuhkan kehadiran mereka, bukan lima tahun sekali, tetapi setiap waktu.(**)

Leave a comment