NUSANTARAMAILS.COM – Dalam menghadapi tekanan hidup dan tantangan pekerjaan yang semakin kompleks, banyak orang merasa lelah baik secara fisik maupun mental.
Namun, lelah bukan berarti harus menyerah. Semangat untuk terus melangkah menjadi kunci untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukan.
Pakar psikologi dari Universitas Indonesia, Dr. Maya Putri, mengatakan bahwa kelelahan adalah respon alami tubuh dan pikiran terhadap tekanan.
“Wajar merasa lelah. Tapi yang perlu dipahami adalah bagaimana kita mengelola kelelahan itu agar tidak berubah menjadi keputusasaan,” ujarnya saat ditemui dalam seminar kesehatan mental di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Salah satu contoh nyata datang dari Rifqi Alamsyah (28), seorang pekerja lepas yang sempat terpuruk karena kehilangan banyak klien saat pandemi.
Baca Juga :
Bahas Hibah Lahan Prokimal, Pemda Kaur Rapat Tindaklanjut Bersama TNI AL
“Waktu itu saya hampir menyerah. Tapi saya sadar, menyerah tidak akan membawa saya ke mana-mana. Saya mulai dari awal lagi, bangun jaringan baru, dan akhirnya bisa kembali stabil,” tutur Rifqi.
Kisah-kisah seperti Rifqi menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, lelah adalah sesuatu yang pasti, tetapi menyerah bukan pilihan yang membawa solusi.
Justru di titik terendah, seseorang seringkali menemukan makna perjuangan yang sebenarnya.
Psikolog juga menyarankan agar masyarakat tidak ragu untuk mencari bantuan saat merasa terlalu lelah.
“Bicara dengan orang terdekat, istirahat yang cukup, dan jangan takut konsultasi ke profesional. Itu bukan tanda kelemahan, tapi bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri,” tambah Dr. Maya.
Di era digital yang penuh tekanan ini, penting bagi setiap individu untuk menumbuhkan ketahanan mental.
Mengingatkan diri bahwa kegagalan dan kelelahan adalah bagian dari proses, namun tekad dan semangat untuk bangkit adalah yang menentukan arah hidup ke depan.
“Berhenti Sejenak Boleh, Menyerah Jangan”
Slogan ini kini digaungkan oleh berbagai komunitas kesehatan mental di Indonesia.
Mereka ingin menyebarkan pesan bahwa siapa pun yang merasa lelah, masih punya harapan dan pilihan untuk bangkit.(**)

One comment