Skip to content

Laut Kaur Pintu Masuk Menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Dermaga Penyangga Aset Besar Pertumbuhan Ekonomi

Dermaga Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Letak geografis Kabupaten Kaur yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia menjadikan wilayah ini memiliki posisi strategis sebagai jalur laut alternatif menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Potensi ini dinilai sebagai aset besar yang jika dikelola secara serius, mampu menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi daerah dan kawasan sekitarnya.

Hamparan laut Kaur dengan garis pantai yang panjang serta kondisi perairan yang relatif terbuka memberikan peluang besar untuk pengembangan dermaga penyangga atau pelabuhan pendukung.

Keberadaan dermaga tersebut tidak hanya akan memperkuat konektivitas laut menuju Pelabuhan Pulau Baai, tetapi juga membuka akses distribusi barang dan jasa dari wilayah selatan Bengkulu.

Sejumlah pengamat ekonomi daerah menilai, selama ini aktivitas kelautan di Kaur masih didominasi sektor perikanan tradisional.

Padahal, jika dikembangkan lebih jauh, laut Kaur berpotensi menjadi jalur logistik, bongkar muat hasil bumi, hingga pintu masuk investasi sektor maritim dan industri turunan lainnya.

“Laut Kaur bisa menjadi hinterland atau daerah penyangga Pelabuhan Pulau Baai. Ini peluang besar yang selama ini belum tergarap maksimal,” ujar Wabul Hairien, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, pembangunan dermaga penyangga akan memicu tumbuhnya sektor lain seperti pergudangan, transportasi, UMKM, hingga pariwisata bahari.

Selain itu, keberadaan dermaga juga diyakini mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dari Kaur dan daerah sekitarnya.

Efisiensi jalur distribusi tersebut pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional.

Namun demikian, pengembangan potensi laut Kaur membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Perencanaan matang, kajian lingkungan, serta dukungan infrastruktur dasar menjadi syarat mutlak agar pembangunan dermaga penyangga tidak hanya menjadi wacana.

Masyarakat Kaur berharap, ke depan laut tidak lagi dipandang sebatas ruang tangkap nelayan, melainkan sebagai pintu masuk kemajuan ekonomi daerah.

Dengan pengelolaan yang tepat, laut Kaur diyakini mampu bertransformasi menjadi urat nadi baru yang menghubungkan potensi daerah menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dan mempercepat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan