SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Berdasarkan hasil pemeriksaan awal TAA (Traffic Accident Analysis) dipaparkan oleh Ditlantas Polda Jatim terkait insiden kecelakaan bus pariwisata di lokasi kejadian ruas Jalan Raya Bromo, Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kemarin (14/9).
Kecelakaan bus pariwisata menewaskan 8 (delapan) orang hingga puluhan penumpang rombongan wisata asal Kabupaten Jember mengalami luka-luka berada di lokasi kejadian. Dikatakannya, bus mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang seusai berwisata ke Gunung Bromo.
Totalnya dari 52 (lima puluh dua) penumpang, ada 8 (delapan) orang meninggal dunia (MD), 35 (tiga puluh lima) orang lainnya luka ringan, dan 9 (sembilan) luka berat.
“Untuk korban luka ringan sebagian sudah diperbolehkan pulang. Korban luka berat sementara masih dalan perawatan di RS Bina Sehat Kabupaten Jember,” terang Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, didampingi Wadirlantas AKBP Doni Prakoso Widamanto, bersama Kasubdit Gakkum Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, Selasa (16/9).
Baca Juga :
“Pengemudi/sopir bus masih mendapat perawatan karena tangan sebelah kiri mengalami retak, namanya Albahri. Kernet bus selamat dari kejadian, atas nama Mergi,” sambungnya Iwan.
Lulusan akademi kepolisian (Akpol) 1998 menjelaskan, bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) TAA menunjukkan bus kehilangan kendali di jalan menurun, meluncur sejauh 60 meter tanpa jejak pengereman, lalu menghantam bagian bawah jalan.
Lanjut kata Iwan, berdasarkan analisa awal memperkirakan kecepatan bus sebelum kecelakaan mencapai 64-80 kilometer/jam. “Korban meninggal sebagian besar duduk di kursi sebelah kanan bus dari baris keempat sampai belakang. Ini sesuai keterangan sejumlah saksi penumpang yang duduk di bagian depan,” paparnya mantan Dirlantas Polda DIY dan Kapolresta Surakarta, Jawa Tengah ini.
Pihaknya juga memastikan administrasi kendaraan lengkap, meski kondisi kerusakan bus tergolong parah. Hasil pemeriksaan menyatakan sopir dalam keadaan sehat, serta tidak terpengaruh obat-obatan.
Mengenai Ramp Check terakhir menyatakan bus layak jalan, namun sambil menunggu investigasi teknis hasil pemeriksaan ahli dari pabrikan Hino.
Transmisi bus ditemukan berada gigi 3 saat berhenti pasca kecelakaan. Dugaan rem blong belum dapat dipastikan sebelum adanya keterangan teknis resmi.
Ditlantas Polda Jatim bersama tim TAA Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan. Pihaknya terus mengawal perawatan korban, mendampingi keluarga besar rombongan wisata terdampak kecelakaan. (mnf/yti)

One comment