Skip to content

Lahan Dibangun Sekolah Rakyat Tanpa Ganti Rugi, Warga Minta Ganti Rugi Ke Kemensos

TAPSEL || NUSANTARAMAILS.COM – Dibalik kemegahan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) tersimpan cerita tragis.

Risman Pakpahan warga setempat kini berjuang menuntut ganti rugi atas lahan miliknya yang tak kunjung diganti rugi pembangunan SR.

Risman Pakpahan minta Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk segera membayar ganti rugi lahan miliknya yang kini sudah berdiri gedung SR.

Proyek ratusan miliar rupiah ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya tersebut meninggalkan cerita luka yang mendalam bagi Risman Pakpahan.

Kepada wartawan, Risman Pakpahan mengungkap, lahan tersebut milik ayahnya Almarhum OTP Pakpahan seluas 4 hektare.

Lahan dikuasai dengan alas hak surat keterangan dari camat. Namun, lahan tersebut digunakan pembangunan SR.

Sayangnya, bangunan megah menjulang tetapi ganti rugi lahan tak kunjung direalisasikan.

Risman Pakpahan kini berjuang menuntut ganti rugi atas lahannya yang sudah dibangun SR.

“Lahan tersebut dikuasi almarhum ayah saya sejak tahun 1979. Pada tahun 2013, tanaman dan rumah tiba-tiba dihancurkan oleh orang tak dikenal,” ujarnya.

“Peristiwa inipun sudah dilaporkan ke Polres Tapanuli Selatan pada tahun 2013 lalu,” ungkapnya.

Pada tahun 2025 akhir, tiba-tiba proyek pembangunan SR berjalan diatas lahan tersebut tanpa ada pemberitahuan kepada ahli waris.(**)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan