NUSANTARAMAILS.COM – Dunia jurnalis tidak lepas dari berbagai macam ancaman. Baik ancaman kekerasan fisik hingga menyebabkan luka maupun ancaman intimidasi lainnya.
Teranyar, insiden pembacokan wartawan terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung Tengah, pada Selasa (30/7/2024) malam. Korbannya adalah wartawan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI).
Korban diketahui bernama Aan ini mengalami luka bacok dibagian pundak dan telinga. Pelakunya seseorang yang diduga kuat mabuk berat saat kejadian.
Baca Juga :
Diketahui pula, pelaku sudah beberapa kali melakukan kekerasan fisik terhadap wartawan. Insiden ini mendapat reaksi keras dari sejumlah awak media di Mesuji.
IWOI Mesuji minta kepada APH untuk bertindak tegas dan melakukan proses hukum terhadap pelaku pembacokan. Bahkan, IWOI akan terus mengawal kasus kekerasan terhadap wartawan ini hingga tuntas.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di salah satu Cafe yang ada di Mesuji pada Selasa malam (30/07/24). Berdasarkan saksi mata (pemilik Cafe), hal yang melatarbelakangi kejadian tersebut adalah Aan datang berniat untuk melerai keributan. Belum sempat melerai, Aan sudah diserang oleh pelaku yang diduga sedang mabuk.
Akibat pembacokan tersebut, Aan menderita luka bacok yang cukup serius di bagian pundak dan telinganya. Aan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Bunda, Bandar Jaya, Lampung Tengah.
Berdasarkan informasi, terduga pelaku berinisial RB diketahui bukan pertama kalinya melakukan pembacokan terhadap Wartawan. Sebelumnya, Ia bersama rekan lainnya telah melakukan pengeroyokan terhadap seorang Wartawan hingga kritis.
“Oleh karena itu, sangat diharapkan kepada APH dapat mengusut tuntas kejadian ini. Kami IWO-I Mesuji akan kawal hingga pelaku tertangkap,” tutup ketua IWOI Mesuji.
RGP Tak Mengenal Istilah Militan Lama dan Baru, Semua Menyatu
Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kekerasan fisik terhadap wartawan di Indonesia. Di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, wartawan tewas dibakar bersama keluarganya.
Kemudian, kekerasan juga dialami wartawan TV ONE di Sumut, masih ada sejumlah wartawan lain yang mengalami nasib serupa. Akankah, kekerasan fisik terhadap wartawan ini terus berlanjut tanpa ada penanganan serius.(yti)

Leave a comment