Oleh: Rosnita *
Tenaga Pendidik SD Negeri 99 Kaur
Email : rosnita85@mail.go.id
Kompetensi Guru di Era Digital
Kompetensi guru di era digital menjadi semakin penting mengingat peran teknologi dan internet yang semakin berkembang dan menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari. Guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus mampu mengarahkan dan mendukung penggunaan teknologi secara efektif di dalam kelas.
Salah satu kompetensi guru di era digital adalah literasi digital. Guru perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang teknologi dan internet, serta kemampuan untuk menggunakannya dengan baik. Literasi digital juga melibatkan kemampuan untuk mengenali dan menghindari risiko yang terkait dengan penggunaan internet, seperti informasi palsu atau penipuan online.
Pengorganisasian Model Kompetensi Guru
Model Kompetensi Guru terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait, yaitu kompetensi, indikator, sub-indikator, dan level ompetensi. Komponen-komponen ini dapat disusun dan diorganisasikan sebagai berikut:
Kompetensi
Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen, kompetensi Guru terdiri atas:
- Kompetensi pedagogik, yakni kemampuan mengelola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran;
- Kompetensi kepribadian, yakni kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kemampuan kepribadian tersebut dilakukan melalui refleksi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai guru sesuai kode etik profesi dan berorientasi pada peserta didik;
- Kompetensi sosial, yakni kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesame guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dilakukan dalam pembelajaran dan pengembangan diri; dan
- Kompetensi profesional, yakni Kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Kemampuan penguasaan materi tersebut untuk menetapkan tujuan pembelajaran dan pengorganisasian konten pengetahuan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.[1]
Selain itu, guru juga perlu memiliki keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Mereka harus mampu memanfaatkan berbagai alat dan aplikasi digital untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, seperti menggunakan presentasi multimedia, video pembelajaran, atau platform pembelajaran online.
Kompetensi guru di era digital juga mencakup kemampuan untuk mengelola dan menganalisis data. Guru harus mampu memanfaatkan data siswa seperti hasil evaluasi atau catatan kehadiran untuk memahami kebutuhan belajar siswa dan meresponnya dengan cara yang tepat. Pembelajaran digital pada hakekatnya adalah pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat dan teknologi digital secara inovatif selama proses belajar mengajar, dan sering juga disebut sebagai Technology Enhanced learning (TEL) atau e-Learning.[2]
Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan untuk mengajar dan membimbing siswa secara online atau jarak jauh. Mereka harus mampu menggunakan alat komunikasi online dan platform pembelajaran virtual untuk mengatur dan menyampaikan materi pelajaran secara efektif. Pada era digitalisasi saat ini, hampir semua akses informasi dan materi dapat ditemukan di dunia maya baik mengakses sebuah laman maupun aplikasi.[3]
Baca Juga: Metode Kualitatif dan Kuantitatif dalam Penelitian Ilmiah yang Harus Dipahami
Selain kompetensi teknis, guru juga harus memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan era digital ini. Mereka perlu memiliki sikap terbuka terhadap perubahan teknologi dan mau terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru. Guru juga harus mampu memotivasi dan menginspirasi siswa untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan positif. Heinich, Molenda dan Russell (1993) yang dikutip oleh Prawiradilaga & Siregar (2004) mengatakan bahwa teknologi sebagai suatu pengetahuan diterapkan oleh manusia untuk mengatasi masalah dan melaksanakan tugas dengan cara sistematis dan ilmiah, terdiri dari teknologi perangkat keras dan lunak.[4]
Dalam era digital ini, kompetensi guru bukan hanya terbatas pada materi pelajaran, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk mengelola dan menyampaikan pembelajaran melalui teknologi. Dengan memiliki kompetensi ini, guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa untuk menjadi lebih siap menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang.
Pentingnya TI dalam Pembelajaran
Teknologi Informasi (TI) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran. Teknologi informasi atau information technology (IT) mulai diperkenalkan pada dekade 80-an. Istilah ini merujuk pada pengembangan teknologi komputer yang kemudian dipadukan dengan teknologi komunikasi.[5] Keberadaan TI dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi proses belajar mengajar. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa TI penting dalam pembelajaran:
Meningkatkan aksesibilitas: Dengan adanya TI, siswa dan guru dapat dengan mudah mengakses sumber belajar melalui internet, ebook, atau perangkat lunak pendidikan. Ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan lebih fleksibel, kapan saja dan di mana saja. Selain itu, TI juga memungkinkan siswa dari latar belakang yang kurang mampu untuk tetap mendapatkan akses ke sumber belajar yang berkualitas.
Baca Juga: Merawat Ghirah Kebangkitan Nasional dalam Mewujudkan Merdeka Belajar
Meningkatkan keterlibatan siswa: Penggunaan TI dalam pembelajaran membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Contohnya, dengan menggunakan multimedia dalam pembelajaran, siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk memperoleh informasi. Guru dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran akan didorong untuk menggunakan sistem teknologi digital jika diyakini akan bermanfaat bagi mereka.[6] TI juga dapat membantu guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik melalui penggunaan game, simulasi, dan video edukatif.
Memfasilitasi kolaborasi: TI memungkinkan siswa dan guru untuk bekerja sama dalam grup melalui berbagai platform kolaboratif. Siswa dapat berbagi ide, pemikiran, dan pekerjaan mereka dengan rekan sekelas atau guru melalui email, forum, atau aplikasi berbagi dokumen. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kolaboratif dan membangun keterampilan sosial serta kemampuan bekerja dalam tim. Berbagi dan berkolaborasi, para pelakuk pendidikan bisa saling belajar, saling mengisi dan melengkapi, yang menimbulkan sinergi.[7]
Mengurangi keterbatasan geografis: Dalam pembelajaran jarak jauh atau online, TI memainkan peran yang sangat penting. Dengan adanya teknologi video konferensi, aplikasi e-learning, atau platform pembelajaran daring, siswa dari berbagai lokasi geografis dapat mengakses pendidikan dengan mudah. Ini membantu mengatasi keterbatasan geografis dan memperluas akses pendidikan ke daerah-daerah terpencil atau siswa yang tinggal di luar negara yang sama.
Meningkatkan efisiensi dan produktivitas: TI dapat membantu guru mengelola proses pembelajaran dengan lebih efisien. Misalnya, dengan menggunakan perangkat lunak manajemen pembelajaran, guru dapat dengan mudah mengatur tugas, ujian, dan penilaian siswa. Selain itu, TI dapat memberikan umpan balik yang cepat kepada siswa, memantau kemajuan mereka, dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Baca Juga: Pengertian dan Contoh Deskripsi Diri Guru yang Benar
Di era globalisasi, pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan pola pikir dan kebutuhan yang serba cepat, praktis, dan tepat. Kehadiran teknologi informasi mampu melayani kebutuhan tersebut.[8]
Dari berbagai alasan tersebut, TI memainkan peran penting dalam pembelajaran. Dengan memanfaatkan TI dengan bijak, proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan dapat mencapai hasil yang lebih baik. Oleh karena itu, TI harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran di era digital ini.
Menghadirkan Pembelajaran Berbasis TI
Peningkatan teknologi informasi (TI) telah membawa perubahan signifikan dalam semua aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan berbasis TI memungkinkan penggunaan perangkat lunak, perangkat keras, dan aplikasi TI untuk memfasilitasi proses belajar mengajar.
Pembelajaran berbasis TI membawa sejumlah manfaat bagi siswa dan guru. Pertama, penggunaan perangkat lunak dan aplikasi TI membantu siswa memahami materi pelajaran dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Misalnya, penggunaan video, gambar, dan animasi dalam pembelajaran membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak yang sulit dijelaskan hanya dengan menggunakan kata-kata.
Keuntungan lain dari pembelajaran berbasis TI adalah adanya fleksibilitas dalam menjalankan proses belajar. Kini, siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi dan platform TI. Hal ini memungkinkan siswa mandiri dalam mengatur waktu belajar mereka dan memanfaatkan teknologi untuk mengakses materi pelajaran. Berbagai manfaat teknologi informasi terbukti telah meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan. Bukan hanya pada siswa di wilayah tertentu, melainkan bagi jutaan siswa di seluruh dunia. Menurut Hikmah, dengan segala potensi dan keunggulannya, teknologi informasi telah membawa perubahan revolusioner dalam dunia pendidikan.[9]
Selain itu, pembelajaran berbasis TI juga dapat membantu guru dalam mengevaluasi dan melacak kemajuan siswa. Dengan menggunakan perangkat lunak dan aplikasi, guru dapat membuat dan mengelola tes online, memantau kemajuan siswa, dan memberikan umpan balik secara cepat. Hal ini memudahkan guru dalam mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki dan memberikan pembelajaran yang lebih terarah kepada siswa.
Namun, penting untuk diingat bahwa pembelajaran berbasis TI bukanlah pengganti hubungan sosial yang penting dalam proses belajar mengajar. Interaksi antara siswa dan guru, serta antara siswa satu sama lain, tetap penting dalam membentuk kemampuan sosial dan kepribadian siswa. Oleh karena itu, penggunaan TI dalam pembelajaran perlu disertai dengan perhatian terhadap interaksi sosial yang sehat.
Baca Juga: Proses Pendekatan Saintifik
Untuk menerapkan pembelajaran berbasis TI dengan efektif, diperlukan kolaborasi antara guru, siswa, dan institusi pendidikan. Guru perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi tersebut. Selain itu, institusi pendidikan juga perlu menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti akses internet yang stabil dan perangkat TI yang cukup.
Dalam era digital ini, pembelajaran berbasis TI dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam artikel ini, kita telah melihat beberapa manfaat penting dari pembelajaran berbasis TI. Namun, perlu juga diingat bahwa penggunaan TI dalam pembelajaran tidak dapat menggantikan peran guru dan interaksi sosial yang penting dalam proses belajar mengajar.
Penguasaan TI dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.[10]
Kurikulum Merdeka merupakan sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan rasa kebebasan, kreativitas, dan pemecahan masalah dalam diri setiap individu, serta mendorong kemandirian belajar.
Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam Kurikulum Merdeka adalah penguasaan Teknologi Informasi (TI). Hal ini tidak mengherankan, mengingat pentingnya TI dalam kehidupan sehari-hari di era digital seperti sekarang. Sebagai alat yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, TI telah membawa perubahan besar dalam banyak aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Penguasaan TI meliputi kemampuan mengoperasikan perangkat keras dan lunak komputer, mengakses informasi melalui internet, serta menggunakan aplikasi dan layanan yang ada. Keunggulan Kompetitif yang dihasilkan oleh Penguasaan Teknologi Informasi dan ilmu Pengetahuan akan membawa suatu bangsa menuju kemandirian.[11] Dalam Kurikulum Merdeka, penguasaan TI diajarkan melalui pendekatan praktik dan eksperimental yang mendukung pengalaman belajar yang lebih aktif dan nyata.
Materi pengajaran TI dalam Kurikulum Merdeka mencakup berbagai keterampilan dan pengetahuan, seperti dasar pemrograman, pengelolaan data, desain grafis, e-commerce, dan keamanan informasi. Tujuan dari pembelajaran TI ini adalah untuk memberikan bekal kepada peserta didik agar dapat memahami dan menguasai TI sebagai alat bantu dalam belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam masyarakat yang semakin terhubung secara digital.
Baca Juga: Kurikulum Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, hingga Latar Belakang
Melalui penguasaan TI, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, pemecahan masalah, dan kerja sama dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penguasaan TI juga menjadi salah satu kompetensi yang memberikan kebebasan untuk menjelajahi dunia digital dengan bijak dan bertanggung jawab. Diungkapkan Johnny G. Plate, dalam Pratiwi Agustini, modul Literasi Digital berfokus pada empat tema besar, yakni Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.[12]
Dalam mengimplementasikan pembelajaran TI dalam Kurikulum Merdeka, para pendidik perlu memiliki pemahaman dan kemampuan dalam bidang ini. Keterampilan dan pengetahuan mereka dalam TI akan menjadi kunci sukses dalam memberikan pendidikan yang efektif dan relevan di era digital. Oleh karena itu, dukungan dan pengembangan kontinu bagi para pendidik dalam menguasai TI juga merupakan hal yang penting.
Secara keseluruhan, penguasaan TI dalam Kurikulum Merdeka merupakan komponen penting dalam pembelajaran yang bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Diharapkan, melalui penguasaan TI yang baik, peserta didik dapat menjadi individu yang berdaya saing dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (*)
Daftar Pustaka
[1] ________, 2023. Panduan Operasional Model Kompetensi Guru. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
[2] Baginda Sitompul. (2022). Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Di Era Digital. Jurnal Pendidikan Tambusai. Volume 6 Nomor 3.
[3] Nita Isaeni, Amar Nugraha. (2022). Teknologi dalam Transformasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Diakses dari: https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/teknologi-dalam-transformasi-pembelajaran-kurikulum-merdeka. Pada 21.09.2023
[4] Prawiradilaga, D.S. & Siregar, E. (2004). Mozaik teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana.
[5] Sevima. (2022). Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Masa Kini . Diakses dari https://sevima.com/lomba-artikel/pemanfaatan-teknologi-informasi-dalam-pendidikan-masa-kini. pada: 21.09.2023
[6] Lukman Hakim. (2022). Manfaat Tekhnologi Digital Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Diakses dari: https://ppg.kemdikbud.go.id/news/manfaat-tekhnologi-digital-terhadap-motivasi-belajar-peserta-didik. Pada 21.09.2023
[7] Ade Koesnandar. (2021). Pembelajaran Kolaboratif di Era dan Pasca Pandemi, Mengapa Tidak?. Diakses dari: https://pusdatin.kemdikbud.go.id/pembelajaran-kolaboratif-di-era-dan-pasca-pandemi-mengapa-tidak/. Pada 21.09.2023
[8] Sevima. (2022). Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Masa Kini . Diakses dari https://sevima.com/lomba-artikel/pemanfaatan-teknologi-informasi-dalam-pendidikan-masa-kini. pada: 21.09.2023
[9] _________. (2023). 6 Manfaat Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan. Diakses dari: https://kumparan.com/ragam-info/6-manfaat-teknologi-informasi-dalam-dunia-pendidikan-20psMjDNdCj/full. Pada 21.09.2023
[10] _________. (). Kurikulum Merdeka. Diakses dari: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka. Pada 21.09.2023
[11] Adi Pranadipa. (2010). Penguasaan Teknologi Informasi dan Ilmu Pengetahuan akan meningkatkan Daya Saing Bangsa. Diakses dari: https://umrah.ac.id/archives/240. Pada 21.09.2023
[12] Pratiwi Agustini. (2021). Literasi Digital, Tingkatkan Rasa Tanggung Jawab Pengguna Internet. Diakses dari: https://aptika.kominfo.go.id/2021/06/literasi-digital-tingkatkan-rasa-tanggung-jawab-pengguna-internet/. Pada 21.09.2023

One comment