Skip to content

Kisruh Lahan, Petani Vs Perusahaan Terlibat Bentrok

Gambar kericuhan suporter di pertandingan Turkam.(foto: lensakini.com)

BENGKULU SELATAN || NUSANTARAMAILS.COM – Polemik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) versus petani kian meruncing. Kabar terbaru, lima karyawan PT ABS melakukan intimidasi kepada warga yang menggarap lahan diwilayah Desa Kembang Seri Kecamatan Pino Raya.

Buntutnya, terjadi bentrok antara lima karyawan perusahaan dengan masyarakat. Bentrok terjadi pada Kamis (30/11/2023).

Petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) terlibat bentrok dengan karyawan perusahaan buntut polemik berkepanjangan.

Data diperoleh dilapangan menyebutkan, ketua FMPR, Rusli (47), Jumat (1/12/2023) mengatakan, benar adanya peristiwa bentrok petani dengan karyawan perusahaan PT ABS.

Bentrok dipicu oleh petani yang sedang menggarap lahan yang disengketakan didatangi oleh lima orang karyawan PT ABS.

Baca Juga : 

Kampanye Dimulai, Makam Kramat Ikut Ramai Didatangi Warga

Lima karyawan tersebut mencabut tanaman milik warga dilahan tersebut. Hal ini memancing emosi warga yang melakukan perlawanan.

“Pihak perusahaan memaksa petani berhenti menanami lahan dan terjadi perdebatan panjang. Perusahaan ngotot mengklaim lahan tersebut milik PT ABS,” ujar Rusli kepada awak media.

Masyarakat hingga saat ini masih bertahan dilahan meskipun dihalang-halangi perusahaan, lanjut Rusli.

Masyarakat bertahan dan mempertanyakan tindakan PT ABS. Karena, perusahaan tidak memiliki izin lengkap. Kesannya, perusahaan tetap ngotot ingin merebut lahan dari tangan masyarakat.

“Masyarakat menuntut Pemda dan DPRD menyelesaikan konflik lahan ini. Namun sayang, belum ada kejelasan. PT ABS ilegal karena tidak ada dokumen perizinan lengkap,” bebernya.

Manajemen PT ABS belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan bentrok dengan warga tersebut.(yti)

One comment

Tinggalkan Balasan