KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kemarau belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Dampak cuaca panas ini, sumur milik warga kering kerontang.
Bahkan, kemarau berdampak pada menyusutnya debit air sungai Padang Guci. Setiap hari, kendaraan roda dua maupun roda empat hilir mudik keluar masuk area sungai.
Kendaraan ini mengangkut air sungai untuk kebutuhan rumah tangga. Kekeringan ini bukan hanya dialami warga yang mengandalkan sumur gali.
Namun, kekeringan juga dialami warga pemilik sumur bor. Pamfaatan air sungai menjadi alternatif terakhir guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga :
Unggul Di Pilkades, Seprizal, S. Pd : Satukan Visi Untuk Bangun Desa Cucupan
Dari pagi hingga sore, terlihat lalulalang kendaraan mengangkut air untuk kepentingan hidup. Bukan hanya manusia yang datang ke sungai mendapatkan air.
Hewan peliharaan seperti sapi dan kerbau jugi ikut memanfaatkan air sungai yang mengecil untuk minum dan berendam.
“Debit air sungai kian mengecil. Setiap harinya, warga sedot air guna kepentingan rumah tangga. Sungai juga menjadi pilihan bagi hewan ternak jenis sapi maupun kerbau,” ujar Adro Steven (38) warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Senin (23/10/2023).(yti)

One comment