KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kemarau yang melanda kawasan Kabupaten Kaur berdampak pada kekeringan. Masyarakat mulai mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Dampak dari kekeringan mulai meluas ke desa-desa yang berada di dataran rendah dan masih memiliki sumber air. Untuk kebutuhan mandi, mencuci dan Water Closed (WC) warga angkut air sungai.
Baca Juga :
Namun sayangnya, debit air Sungai Padang Guci pun mulai mengecil. Meskipun, air sungai ini tidak terjamin keberishannya akan tetapi tidak ada pilihan lain bagi masyarakat.
Kebutuhan air bagi manusia sangat penting. Tidak peduli higienis atau tidak yang terpenting terpenuhi kebutuhan air.
Sumur bor desa yang ada pun tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, sumur bor sudah banyak yang kering.
“Stok kebutuhan makan dan minum, warga harus membeli kepada pemilik sumur bor pribadi. Air bersih dijual dengan harga Rp 60 ribu untuk 1.200 liter sampai di rumah warga,” ungkap Gustina (32) ibu rumah tangga Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning, Kamis (19/10/2023).(yti)

Leave a comment