SULAWESI TENGAH || NUSANTARAMAILS.COM – Emak-emak di Sulawesi Tengah mendadak mendatangi Kantor Desa Guntarano Kecamatan Taman Tovea Kabupaten Donggala, 29 November 2025.
Emak-emak datang memvawa palu dan paku serta potongan papan maupun kayu. Mereka nekat menyegel kantor desa akibat emosi yang sudah memuncak.
Aksi ini terekam dalam unggahan akun Princezz Elsa Pricenda dan langsung menjadi perbincangan hangat warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa emak-emak dengan wajah tegas mengelilingi pintu masuk kantor desa. Mereka membawa perlengkapan sederhana namun efektif martil balok untuk menancapkan paku dan menutup akses ke dalam kantor.
Di sela-sela aksi, mereka menyampaikan kekesalan yang telah lama tersimpan.
“Kita sudah menunggu lama, tapi nama tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat. Dimana bantuan itu? Apakah hanya untuk orang tertentu saja?” ujar salah satu emak-emak dengan nada marah yang bercampur kesedihan.
Kekesalan mereka tidak tanpa alasan. Bantuan dari pemerintah pusat, yang diharapkan dapat meringankan beban hidup, ternyata tidak sampai ke tangan mereka yang merasa berhak menerimanya.
Sudah beberapa kali mereka melaporkan ke pemerintah desa, namun tidak ada tanggapan yang memuaskan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri sebagai bentuk protes yang tidak bisa diabaikan.
Aksi nekat para emak-emak ini langsung mendapat simpati melimpah dari pengguna sosial media. Banyak yang menyebut mereka sebagai “pahlawan rakyat kecil” yang berani melawan ketidakadilan.
Komentar-komentar unik dan penuh dukungan membanjiri unggahan tersebut. “Semangat emak-emak! Jangan takut berbicara, karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” tulis salah satu netizen.
“Ini bukti bahwa emak-emak tidak hanya hebat di dapur, tapi juga di medan perjuangan,” tambah netizen lain.
Beberapa netizen juga mengkritik pemerintah desa setempat yang dianggap tidak transparan dan tidak bertanggung jawab. Mereka menuntut agar segera dilakukan penyelidikan dan ada tindakan tegas terhadap pihak yang bersangkutan.
“Jangan biarkan aksi emak-emak ini sia-sia. Pemerintah desa harus bertanggung jawab dan menjelaskan mengapa bantuan tidak sampai ke warga yang membutuhkan,” tegas seorang pengguna sosial media.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Desa Guntarano terkait aksi penyegelan yang dilakukan oleh para emak-emak. Namun, aksi ini sudah menjadi perhatian banyak pihak dan diharapkan akan mendorong perbaikan dalam pengelolaan bantuan dan transparansi pemerintah desa.
Para emak-emak Guntarano telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam melihat ketidakadilan. Aksi mereka adalah tanda bahwa rakyat kecil juga memiliki suara dan akan berjuang untuk hak-haknya. Semoga aksi ini menjadi momentum perubahan yang baik untuk Desa Guntarano dan daerah sekitarnya.
Aksi nekat emak-emak yang meluapkan emosi akibat bantuan yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.(yti)

Leave a comment