Skip to content

Karyawan PT RAA Bersurat Ke Pemda Soal Portal Jalan Oleh Warga, Minta Pemda dan APH Bersikap Tegas

BENGKULU || NUSANTARAMAILS.COM – Pemortalan jalan menuju PT Riau Agrindo Agung (RAA) oleh warga sejak 9 September 2025 hingga saat ini mendapat respon karyawan.

Sejumlah karyawan PT RAA mengirim surat ke Pemda Bengkulu Tengah (Benteng) guna mengambil sikap tegas atas pemortalan jalan umum tersebut.

“Kami atas nama PT Riau Agrindo Agung menolak keras terhadap adanya pemortalan jalan menuju perkebunan PT RAA dari tanggal 9 September 2025 sampai sekarang. Akibat aksi ini, para kontraktor yang bekerjasama dengan PT RAA juga menyatakan sikap yang sama karena berdampak para penghasilan dan terancam tidak bisa melakukan pembayaran kredit pengangkutan,” tulis surat tersebut.

“Mengenai hal tersebut kami meminta ketegasan pemerintah daerah yang dalam hal ini Bapak Bupati Bengkulu Tengah untuk segera menghentikan aktivitas oknum-oknum tertentu dan segera membuka portal jalan umum dan jalan perusahaan sehingga kami bisa melakukan aktivitas pekerjaan sebagaimana biasa untuk kami bisa melanjutkan hidup kami melalui bekerja diperusahaan. Perlu
kami sampaikan, sudah sampai seminggu belum juga ada kepastian dan solusi terkait hal ini. Apabila hal ini tidak diindahkan oleh pemerintah, penegak hukum, dan tentunya pihak pihak terkait kami meminta untuk aksi dan hearing ke kantor DPR Bengkulu Tengah. Selain itu kami akan melakukan pembongkaran paksa terhadap portal yang menghambat kami dalam beraktivitas,” tulisnya lagi.

Baca Juga : 

Sejarah Singkat Lahirnya Komando Pasukan Khusus TNI AD

Masih dalam pernyataannya, para karyawan menilai aksi pemortalan tersebut sudah mengganggu kegiatan operasional di perkebunan dan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan sehingga banyak karyawan yang terkena dampaknya.

“Kami meminta adanya ketegasan dari Bupati dan aparat penegak hukum Kabupaten untuk menyelesaikan. Sehubungan dengan hal tersebut, kami memohon perhatian serius serta perlindungan hukum dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, guna mengantisipasi serta menjaga situasi yang kondusif demi keamanan dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan sebagai bentuk itikad baik dan komitmen kami dalam menjalin hubungan kerja sama yang konstruktif dengan Pemerintah,” demikian tulisnya.

Untuk diketahui, sebanyak 381 karyawan PT Riau Agrindo Agung (RAA) yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Tengah terdampak akibat aksi permortalan jalan yang dilakukan oleh sekelompok warga.

Mereka tidak bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya. Adapun, permortalan dilakukan oleh warga yang mempersoalkan perizinan PT RAA.

Sementara itu, sebelumnya pihak DPRD Bengkulu Tengah, Pemda Bengkulu Tengah dan perwakilan warga, telah bertemu dengan Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Pertanian, namun belum mendapat jawaban yang memberikan kepastian hukum terkait status perizinan PT RAA. Pihak Kementerian ATR/BPN meminta waktu 1 minggu untuk menelaah dokumen PT RAA.

Kementerian Pertanian berjanji akan menurunkan tim ke Bengkulu Tengah. Tim itu akan melibatkan semua pihak, termasuk perwakilan masyarakat, guna memverifikasi fakta di lapangan sebelum menentukan langkah hukum maupun administratif.

Manajemen PT RAA, Ismi Beby Lestari Harahap mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, DPRD Bengkulu Tengah dan penegak hukum diharap tidak tutup mata dengan masalah tersebut.

“Ada ratusan karyawan yang juga warga lokal menggantungkan hidupnya dari perusahaan. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Beby dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Beby juga menyayangkan sikap aparat yang terkesan membiarkan aksi pemortalan jalan umum yang merupakan akses menuju PT RAA, padahal jalan tersebut adalah jalan umum.

“Ada 2 akses jalan menuju PT RAA yang diportal sehingga berdampak terhadap aktifitas perusahaan. Sementara satu lagi akses jalan menuju PT RAA juga dihalangi oleh warga,” ujar Beby.

Pihak PT RAA sementara ini mengimbau karyawannya untuk menahan diri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemortalan jalan ini harus menjadi atensi serius Jika perusahaan membongkar paksa portal bisa memicu konflik lebih besar.(**)

One comment

Tinggalkan Balasan