KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kampanye yang santun merupakan bentuk demokrasi yang penuh makna. Pasalnya, dalam berkampanye lebih mengutamakan promosi program kerja bukan umbar janji dan sibuk kritisi calon lain.
Dengan metode kampanye seperti ini, masyarakat akan lebih adem dan terkesima. Karena akan lebih banyak ruang untuk mendapat informasi tentang program kerja yang akan datang jika terpilih.
Dari paparan tersebut, masyarakat akan mampu mencerna dan memahami apa saja yang akan menjadi prioritas kerja bagi calon terpilih.
Baca Juga :
Audit Dana Desa Jangan Hanya Asal Bapak Senang, Tuntaskan Hingga ke Fisik
Berbeda dengan metode kampanye yang lebih banyak dimanfaatkan mengumbar janji kepada masyarakat. Karena, warga mulai cerdas dan tidak lagi terpengaruh dengan janji-janji politik.
Lain lagi dengan metode kampanye yang mengedepankan mengkritisi calon lain. Langkah ini hanya akan menciptakan kontroversi dalam setiap ucapannya.
Terburuk, metode ini akan membuat rasa simpati menjadi empati. Karena, kampanye seperti ini menunjukkan karakteristik diri calon yang menganggap dirinya paling baik dan benar.
“Kritis dan berjanji boleh saja. Namun, jika diutamakan dalam kampanye akan menciptakan rasa empati masyarakat terhadap calon itu sendiri. Setiap ucapannya akan meninggalkan kontroversi yang membuka ruang menjadi gorengan politik,” ungkap Ronsi Haidar Putra (38).(yti)

One comment