Skip to content

Kadispendik Surabaya: Pihak Sekolah Tidak Intimidasi Korban Bullying

ilustrasi korban bullying salah satu SMPN Surabaya.(foto: dok_net)

SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh turut menanggapi terkait kasus bullying yang dialami korban inisial CW, siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri kawasan Pabean Cantikan Surabaya.

Kasus tersebut, Yusuf bilang, telah dilakukan pendampingan dari DP3APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana) Kota Surabaya.

“Selain DP3APPKB, pihak sekolah SMPN mendampingi permasalahan bullying, bahkan kasus bullying masih didalami oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ujar Kadispendik Surabaya Yusuf Masruh, saat menghubungi nusantaramails.com, Kamis (12/12).

Ketika ditanya siswa korban bullying berinisial CW menerima intimidasi dari sekolah, Kadispendik Yusuf Masruh menyebutnya bahwa, sekolah tidak mengintimidasi korban.

Baca Juga : 

HEBOH: Mahasiswi 24 Tahun Mengaku Jual Video Pornonya Laku Jutaan

“Kalau intimidasi, sepertinya tidak,” tuturnya disela-sela komunikasi seluler WhatsApp yang kurang enak (rikuh) untuk menyampaikan permasalahan kasus bullying itu.

“Itu sekolah inklusi, jadinya pemahaman harus bijaksana ya,” kata Yusuf kembali.

Dia pun berjanji untuk melakukan pengecekan terkait kasus bullying ke pihak SMPN. “Saya akan mengecek itu (bullying) di sekolah,” jelas dia.

Saat ditanyakan kembali, dari pihak sekolah diduga mencoba “menyuap uang” kepada korban CW dengan nominal sebesar Rp 500 ribu untuk supaya mencabut laporan pengaduan, menurut dia, kalau terkait ini terlalu dalam. Mungkin sekolah mengarahkan yang terbaik untuk anak-anak.

“Menurut saya terlalu dalam. Ini kan, anak-anak sudah kelas IX semua. Kalau menurut saya tidak lah,” ungkap Kadispendik Yusuf Masruh.

Mereka kelas IX semua. Bahkan, kurang 3 (tiga) bulan lagi mendekati kelulusan. Maka, lanjut kata Yusuf, pihak sekolah harapannya nanti fokus di pembelajaran.

“Harapannya itu pihak sekolah fokus di pembelajaran,” imbuh Yusuf Masruh. (tim/red)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan