KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Proyek peningkatan jalan dengan lapisan aspal hotmix ruas Tanjung Kemuning–Datar Lebar Kabupaten Kaur kembali menuai sorotan tajam publik.
Jalan yang baru seumur jagung itu kini justru memperlihatkan wajah buram pembangunan: permukaan bergelombang, tidak rata, dan jauh dari standar mutu yang seharusnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, di sejumlah titik aspal tampak naik-turun seperti ombak. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat proyek tersebut digelontorkan dari anggaran APBD Provinsi Bengkulu dengan nilai Rp 10,8 miliar.
Alih-alih menghadirkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, hasil pekerjaan justru memunculkan potensi bahaya, terutama bagi pengendara roda dua.
Warga setempat pun mulai angkat suara. Mereka mempertanyakan kualitas pengerjaan yang dinilai asal jadi.
“Baru selesai dikerjakan, tapi sudah seperti ini. Kalau dibiarkan, tidak lama lagi pasti rusak,” ujar Nasution Suhartoni (65) dengan nada kecewa.
Lebih ironis, proyek yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas dan ekonomi masyarakat desa ini justru terkesan dikerjakan tanpa keseriusan.
Dugaan lemahnya pengawasan teknis pun mencuat. Mulai dari pemadatan dasar, ketebalan aspal, hingga kualitas material, semuanya patut dipertanyakan.
Publik kini menunggu sikap tegas dari pihak terkait, baik dinas teknis maupun aparat pengawas internal pemerintah. Jangan sampai proyek jalan kembali menjadi simbol klasik pemborosan anggaran: mahal di atas kertas, rapuh di lapangan.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa evaluasi dan pertanggungjawaban, maka wajar bila masyarakat menilai proyek aspal hotmix Tj Kemuning–Datar Lebar hanyalah pembangunan seremonial, bukan solusi nyata.
Jalan bergelombang ini seakan menjadi cermin, bahwa persoalan utama bukan pada anggaran yang kurang, melainkan pada integritas dan kualitas pelaksanaan proyek itu sendiri.(yti)

Leave a comment