Memasuki akhir tahun 2023, hubungan keduanya kembali disebut semakin intens.
Sejumlah pertemuan yang diduga terjadi di salah satu hotel di Kota Bengkulu menjadi titik awal babak baru dalam hubungan tersebut.
Baca Juga :
Pada tahun 2024, TN kembali dikabarkan mengalami kehamilan untuk kedua kalinya. Namun seperti kejadian sebelumnya, kehamilan itu juga tidak berlanjut.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya tindakan aborsi, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dapat mengonfirmasi hal tersebut.
“Sudah dua kali terjadi, tahun 2022 dan 2024. Itu yang membuat konflik di antara mereka semakin kompleks,” ujar salah satu sumber yang mengetahui persoalan ini.
Di tengah situasi tersebut, TN disebut meminta kejelasan status hubungan. Ia menginginkan adanya ikatan pernikahan, baik secara resmi maupun melalui skema nikah siri.
Namun, permintaan tersebut dikabarkan tidak mendapat persetujuan dari pejabat tersebut.
Penolakan itu kemudian berkembang menjadi persoalan baru berupa negosiasi finansial.
TN disebut meminta kompensasi dalam jumlah besar sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hubungan yang telah berlangsung. Nilai yang diminta bahkan disebut mencapai miliaran rupiah.
Pada Januari 2024, pejabat tersebut diduga telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 500 juta sebagai pembayaran awal.
Namun, sisa dana yang dijanjikan akan diberikan dalam waktu tiga bulan disebut tidak pernah terealisasi.
Kekecewaan atas janji yang tidak dipenuhi, ditambah dengan rangkaian persoalan pribadi yang terus berlarut, diduga menjadi pemicu utama mencuatnya kasus ini ke publik.
Hingga saat ini, pejabat tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan yang beredar, baik mengenai dugaan perselingkuhan, transaksi uang, maupun isu sensitif terkait kehamilan tersebut.

One comment