Skip to content

Hutan Berganti Sawit, Apa Dampak Bagi Lingkungan

Unsur esensial untuk tanaman kelapa sawit.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Perubahan hutan menjadi kebun sawit terus terjadi di berbagai daerah. Selain itu, kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat lingkungan.

Alih fungsi hutan memang mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga. Namun, perubahan itu juga membawa dampak serius bagi alam sekitar.

Ketika perusahaan membuka lahan, mereka menebang pohon dalam jumlah besar. Akibatnya, kawasan hijau terus menyusut setiap tahun.

Selain itu, hutan kehilangan fungsi utama sebagai penyerap air alami. Karena itu, banjir lebih mudah terjadi saat hujan deras datang.

Tidak hanya banjir, longsor juga mengancam daerah perbukitan. Sebab, akar pohon sudah tidak lagi menahan tanah.

Kemudian, suhu udara ikut meningkat akibat berkurangnya pepohonan. Bahkan, cuaca terasa lebih panas dibanding beberapa tahun lalu.

Satwa liar juga kehilangan tempat hidup mereka. Akibatnya, hewan sering masuk permukiman warga untuk mencari makanan.

Selain merusak habitat, pembukaan lahan juga memicu pencemaran udara. Terlebih, sebagian pihak masih memakai cara pembakaran lahan.

Asap pembakaran sering mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Bahkan, anak-anak dan lansia paling rentan terkena dampaknya.

Di sisi lain, kebun sawit memang memberi penghasilan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu mencari solusi seimbang.

Pemerintah daerah harus memperketat pengawasan pembukaan lahan baru. Selain itu, perusahaan wajib menjaga kawasan penyangga hutan.

Masyarakat juga perlu menjaga lingkungan sekitar secara bersama. Dengan demikian, kerusakan alam tidak semakin meluas.

Pengamat lingkungan meminta semua pihak bergerak cepat menjaga hutan tersisa.

Sebab, kerusakan hari ini berdampak bagi generasi mendatang.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan