Skip to content

Harga TBS Terjun Bebas, RAMP Imbau Petani Tunda Panen Sawit

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Antrian truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) di pabrik Crude Palm Oil (CPO) semakin mengular. Belum lagi tumpukan TBS di RAMP yang belum terangkut masih terlihat menggunung.

Mirisnya, truk antrian belum sempat bongkar TBS, pabrik CPO mengumumkan penurunan harga beli TBS. Hal ini membuat pengusaha RAMP kalang kabut.

Pengusaha RAMP merugi akibat harga TBS yang terjun bebas. Padahal, harga beli TBS dari petani mengikuti harga lama. Pemberitahuan penurunan harga ini tentu membuat pengusaha RAMP spot jantung.

Baca Juga : 

Dari Jepara untuk Dunia: Puisi Kartini tentang Warisan dan Harapan

Sebab, puluhan ton TBS yang sudah terlanjur dibeli dari petani dengan harga lama harus mengalami kerugian. Beli diatas harga jual belum lagi ditambah biaya operasional pengiriman dan penjemputan TBS dilahan petani.

Antrian truk TBS hampir terjadi disemua pabrik CPO. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap kali TBS banjir, pabrik menurunkan harga belinya dengan berbagai dalih.

Pengusaha RAMP dan petani berharap pemerintah dapat menjamin harga beli TBS. Namun, sayang belum ada jaminan harga beli TBS oleh pabrik.

Pengusaha RAMP mengimbau kepada petani untuk menunda panen mengingat antrian panjang di pabrik dan mengantisipasi penurunan harga TBS yang tak terkendali.

“Buah Belum Sempat Di Turunkan Ke Lodingnya Pabrik Tapi Harganya Sudah Mulai Terjun Bebas Tak Jelas. Hanya Sedikit Himbauan Untuk Semua Nasabah RAMP Sumber Makmur Untuk Menundah Dulu Jadwal Panenya Sehubungan Dengan Antrian Yg Panjang Di Semua Pabrik Di Seluruh Indonesia.
Terutama Di Wilayah Provinsi Bengkulu Dan Sekitarnya.
RAMP Kita Masih Tetap Buka Seperti Biasa,” tulis salah satu akun media sosial facebook.(yti)

Article topics

2 comments

Tinggalkan Balasan