Skip to content

Harga TBS Di Kaur Terjun Bebas, Petani Sawit Menjerit

Buah sawit _ ilustrasi
Buah sawit _ ilustrasi

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kaur kembali merosot tajam.

Akibatnya, petani sawit mulai mengeluhkan penurunan pendapatan harian.

Dalam sepekan terakhir, harga TBS di tingkat pengepul terus mengalami penurunan.

Bahkan, beberapa wilayah hanya menerima harga di bawah Rp 2.000 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat petani semakin tertekan. Selain itu, biaya pupuk dan perawatan kebun masih tergolong tinggi.

Salah seorang petani di Kecamatan Tanjung Kemuning mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sebab, hasil penjualan sawit terus menurun setiap pekan.

“Dulu harga sawit cukup membantu ekonomi keluarga. Sekarang hasil panen tidak sebanding biaya produksi,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

Selain harga rendah, petani juga menghadapi potongan timbangan dari pengepul.

Karena itu, keuntungan petani semakin menipis.

Di sisi lain, aktivitas panen tetap berjalan seperti biasa. Namun, banyak petani mulai mengurangi pemupukan demi menekan pengeluaran.

Beberapa petani bahkan menunda perawatan kebun. Akibatnya, produktivitas sawit dikhawatirkan ikut menurun dalam beberapa bulan mendatang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

Mereka meminta pemerintah membantu stabilisasi harga sawit di tingkat petani.

Selain itu, petani juga meminta pengawasan terhadap harga pembelian TBS. Dengan demikian, pengepul tidak menetapkan harga secara sepihak.

Sementara itu, sejumlah warga menilai sektor sawit masih menjadi penopang ekonomi masyarakat Kaur.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga kestabilan harga secara berkelanjutan.

Jika kondisi terus berlanjut, daya beli masyarakat diperkirakan ikut melemah.

Bahkan, aktivitas ekonomi desa bisa ikut terdampak.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan