Skip to content

Harga Jagung Stagnan, Beras Melambung Tinggi, Petani Merana

Petani jagung meradang akibat harga yang tak kunjung naik, dimusim kemarau biaya perawatan meningkat.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Harga jagung pipil dipasaran masih stagnan. Bertahan diangka Rp 5.600 perkilogramnya. Sedangkan, harga beras terus melambung tinggi.

Hasil panen jagung ditengah kemarau mengalami penurunan drastis. Sehingga, panen jagung pipil belum mencukupi untuk biaya hidup dan anak sekolah.

Petani jagung pipil berharap, ada kenaikkan harga jual seperti beras. Sehingga, ada keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran biaya hidup.

Baca Juga : 

SMSI Audiensi Ke Polres Lebong, Kapolres : Media Berperan Aktif Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pemilu 2024

“Harapan kami sebagai petani jagung pipil dimusim kemarau ini ada kenaikkan harga jual. Cuaca panas menyebabkan kualitas jagung menurun khususnya pada kuantitas panen,” keluh Maryoto (41) petani jagung asal Kecamatan Lungkang Kule, Selasa (3/10/2023).

 

Setidaknya, harga jagung bisa tembus diangka Rp 10.000 perkilogramnya. Dengan pendapatan ini ada keseimbangan penghasilan masyarakat khususnya petani jagung.

“Harapan kita petani jagung dalam waktu dekat ini ada kenaikkan harga jual. Dimusim kemarau, tanaman jagung sulit tumbuh subur dan biaya perawatannya juga meningkat,” ucap Maryoto.(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan