SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Sebanyak 184 Kepala Sekolah (KS) jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri di lantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, (3/10) kemarin. Pelantikan tersebut turut di ikuti Kepala Dinas Pendidikan Kadispendik Provinsi Jawa Timur Dr Aries Agung Paewai.
Dari 184 KS yang di lantik masing-masing diantaranya, 90 dari KS SMA, 74 KS SMK, dan 17 KS SLB. Momen pelantikan ini merupakan proses rotasi yang biasa di lakukan tiap periodenya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa, ada 3 hal dasar yang di sampaikan kepada kepala sekolah (KS) terlantik, yaitu salah satunya seluruh instrumen yang ada di sekolah harus memiliki jiwa pancasilais.
“Saya berpesan 3 hal, pertama seluruh instrumen sekolah harus memiliki jiwa pancasilais, kedua koperasi sekolah (kopsek) sementara ini jangan berjualan seragam sekolah dulu, yang ketiga jaga prestasi yang sudah diraih sebelumnya. Ini penting untuk terus disosialisasikan dan ditaati oleh kepala sekolah,” kata Khofifah.
Baca Juga :
2 Mahasiswi, Satu Diperkosa Saat Tidur, Satunya Lagi Diminta Kirim Foto Telanjang
Dia kembali meminta, kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Provinsi Jatim Aries Agung Paewai dan seluruh kepala sekolah agar tidak melakukan penjualan seragam di koperasi sekolah. Hal ini menurutnya karena pemberitaan miring tersebut seolah-olah menafikan prestasi gemilang pendidikan di Jatim.
“Saya berpesan Kadispendik Provinsi Jatim, Pak Aries Agung Paewai, tolong apa yang beberapa hari, beberapa waktu, beberapa bulan informasi yang masih viral, pastikan koperasi sekolah jangan jual seragam yang kemudian itu menjadi viral sampai media internasional,” pesan Gubernur Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Provinsi Jatim, Dr. Aries Agung Paewai menambahkan, pelantikan ini terbagi menjadi dua jenis rotasi, yakni pertama promosi. Jabatan ini untuk mengisi kekosongan satuan pendidikan yang kepala sekolahnya sudah pensiun atau meninggal dunia.
Kedua mutasi, agar satuan pendidikan mendapat penyegaran, peningkatan status dari sekolah dan evaluasi.
“Kemarin mungkin ada gejolak berbagai hal tentu ada evaluasi. Karena tidak mungkin terus ada kekosongan lama dan harus ada penyegaran. Tidak mungkin juga kita biarkan kepala sekolah menempati jabatan dalam waktu yang cukup lama, jadi kita mutasi kami lakukan penyegaran,” katanya.
Lihat Juga :
Masih kata Aries, ini 184 kepala sekolah tidak seluruhnya menempati satuan pendidikan. Hanya 70an sekian menempati kekosongan jabatan kepala sekolah di isi oleh calon kepala (cakep) sekolah.
“Ini berasal dari guru penggerak, namun yang memiliki sertifikasi cakep,” pungkasnya.(fzi)

One comment