Skip to content

GP Ansor Bengkulu Selatan Gelar Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan

Oplus_0

Nusantara Mails, Bengkulu Selatan – Peringati Hari Lahir Pancasila, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bengkulu Selatan menggelar doa bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bengkulu Selatan pada Minggu pagi, 1 Juni 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus PC GP Ansor sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila adalah dasar negara dan ideologi pemersatu. Melalui peringatan ini, kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila khususnya kepada generasi muda,” ujar Aflan Sugian Ketua PC GP Ansor Bengkulu Selatan.

Dalam keterangannya, Aflan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi dan semangat kebangsaan yang terus dijaga oleh kader Ansor.

“Doa bersama ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para pahlawan. Mereka telah berjuang untuk kemerdekaan, dan sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda meneruskan perjuangan mereka dengan menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan,” ujar Aflan Sugian.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan tahlil dan doa untuk arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan refleksi singkat tentang pentingnya peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa.

Aflan juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari program rutin GP Ansor dalam membangun karakter kader yang cinta tanah air.

“Insya Allah kegiatan ziarah dan doa bersama ini akan menjadi agenda tahunan yang konsisten kita laksanakan. Ini bagian dari pendidikan spiritual dan nasionalisme bagi para kader,” kata Aflan.

Sementara itu Agus Nugroho Penasehat GP Ansor Bengkulu Selatan menyampaikan, pelaksanaan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai spiritual yang dikontekstualisasikan dengan komitmen kebangsaan.

Kegiatan ini bukan semata ritual keagamaan, tetapi juga ruang reflektif untuk memperkuat kesadaran ideologis, khususnya di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Pancasila sebagai dasar negara perlu diinternalisasi secara utuh, tidak hanya dalam tataran wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Agus menambahkan bahwa kolaborasi antara nilai-nilai religius dan nasionalisme merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa.

Doa bersama yang diinisiasi oleh GP Ansor menunjukkan bahwa gerakan kepemudaan tidak hanya bergerak dalam ranah sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga mampu merawat spiritualitas kebangsaan.

“Ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam menjaga stabilitas ideologi negara dari potensi disintegrasi yang bisa muncul melalui berbagai tantangan zaman,” tegas Agus, ditemui Nusantara Mails usai mengikuti rangkaian doa bersama Ansor di TMP Bengkulu Selatan.

Dalam konteks kepemudaan, Agus mengajak seluruh kader Ansor dan generasi muda Indonesia khususnya di Kota Kenangan untuk tidak melupakan sejarah dan dasar negara.

“Pemuda hari ini harus menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya dalam narasi, tapi juga dalam perilaku sosial yang menjunjung tinggi toleransi, keadilan, dan persatuan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan pemuda terletak pada integritas dan kesadaran akan identitas kebangsaannya, dan GP Ansor harus terus menjadi lokomotif gerakan moral dan ideologis di tengah masyarakat. (YTI)

 

One comment

Tinggalkan Balasan