KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Puncak perayaan hari raya Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025) berdampak pada kenaikkan gas elpiji subsidi alias gas 3 Kg. Dieceran harga gas melon ini dijual Rp 30.000 pertabung.
Harga ini jauh melambung dari harga normal. Kenaikkan harga dipicu kelangkaan dan sulitnya mendapat stok gas yang dibutuhkan masyarakat.
Kelangkaan ini dinilai masyarakat sebagai bentuk antisipasi yang kurang termonitor dengan baik. Langkah antisipasi tidak dipersiapkan dengan baik.
Mengingat, hampir setiap tahunnya kelangkaan gas dan mahalnya harga di pasaran terjadi. Namun, tidak ada solusi atau antisipasi yang jitu.
Pemerintah dan agen elpiji seakan membiarkan kelangkaan gas di pasaran. Sebab, tidak terlihat untuk mengantisipasi peningkatan penggunaan gas oleh masyarakat.
Baca Juga :
Blusukan Ala Bupati Kaur, Bagi Uang Bukoan Kepada Kuli Bangunan
Dalam mengantisipasi kelonjakan penumpang, ada upaya penambahan armada yang beroperasi. Hendaknya antisipasi ini yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan gas disaat lebaran.
“Harga eceran tembus diangka Rp 30.000 pertabung. Itupun sangat sulit mendapatkannya. Pengecer rata-rata sudah tidak memiliki stok,” ujar Seitapi (46), Senin (31/3/2025).(yti)

One comment