KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Jam dinding di era digitalisasi saat ini kerapkali tidak dianggap dan pandang sebelah mata. Namun, jam dinding tak pernah lelah setiap hari 24 jam memberi manfaat bagi semua orang.
Setiap detak jarumnya berputar memberikan hal yang positif bagi setiap insan. Meskipun tidak pernah dianggap, namun jam dinding tak pernah bosan menebar kebaikan bagi setiap insan manusia.
Mengingatkan akan hal baik dan tidak pernah mengeluh. Bahkan, jam dinding kerapkali terlupakan. Jarang dibersihkan apalagi disentuh untuk dibelai.
Menebar kebaikan bagi semua kalangan tanpa pandang bulu. Meskipun lelah, jam dinding tak pernah mengeluh apalagi merajuk kepada sang tuan yang tak pernah menganggapnya ada.
Baca Juga :
Belum Ada Puskesmas Di Kaur Yang Mampu Jadi Role Model, PR Berat Bagi Kepala Daerah
Dari jam dinding, dapat diambil pelajaran bahwa menebar kebaikan tidak harus dibalas dengan pujian atau sanjungan. Memberi informasi bahkan mengingatkan namun tak pernah minta diperhatikan.
“Mari belajar dari jam dinding untun menjadikan diri lebih baik. Tidak berharap imbalan apapun meskipun lelah mendampingi sepanjang jaman,” ungkap Roy Putra Adisman (46).
Belajar dari jam dinding, manusia akan lebih dewasa dalam berfikir. Tidak munafik bahkan memiliki rasa tanggungjawab untuk terus menjadi pengingat dijalan kebaikan.(yti)

One comment