Skip to content

Empat Nama Bacabup Bersaing Rebut Hati Partai, Nama Bacawabup Belum Final

Suara Pemilih
Suara Pemilih

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Hingga memasuki triwulan kedua bulan Juli 2024, Partai Politik (Parpol) peraih kursi di DPRD Kabupaten Kaur belum menentukan sikap akan mengusung Bakal Calon Bupati (Bacabup) pada pemilihan serentak 2024.

Ada empat nama yang digadang-gadang bakal maju sebagai kontestan Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Kaur. Empat nama ini masih bersaing ketat merebut hati partai pengusung

Partai Nasdem yang sudah menerbitkan form B1KWK usungan partai untuk maju di putaran Pilkada. Partai Nasdem mengeluarkan B1KWK kepada Solman Aziz.

Kemudian, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang dikabarkan sudah mengeeluarkan surat rekomendasi kepada Novrizal Jandra.

Baca Juga : 

Silaturrahmi Ke Padang Kemiling, Mahasiswa Kaur Siap Dukung Program Kerja GP 2024

Selebihnya masih dalam lobi-lobi Bacabup yang siap maju untuk menjadi kontestan politik pemilihan serentak 2024 di Kabupaten Kaur.

Diprediksi, empat nama yakni, Gusril Pausi, Solman Aziz, Helitza Okkie dan Novrizal Jandra akan mendapat perahu yakni Parpol yang memperoleh kursi di DPRD Kaur hasil pemilihan 14;Februari lalu.

Sementara untuk nama Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) hingga saat ini belum final di masing-masing Bacabup. Lobi partai masih menjadi pengaruh untuk menentukan siapa Bacawabup yang akan mendampingi.

Diperkirakan, nama Bacabup dan Bacawabup akan semakin mengerucut pada akhir bulan Juli ini. Mengingat, masa pendaftaran Bakal Calon (Balon) ke KPU akan dibuka pada akhir Agustus nanti.

Dari berbagai sumber, ada sederet nama yang diprediksi bakal masuk dalam bursa Bacawabup Kabupaten Kaur. Yakni, Abdul Hamid, Denny Setiawan, Rolan Zuhrian, Herlian Muchrim, Basaruddin, Najamuddin dan Z Muslih.

“Untuk nama Bacabup sudah mengerucut menjadi empat. Keempatnya masih berjuang mendapat rekomendasi atau form B1KWK. Sedangkan, nama Bacawabup masih cukup banyak yang berpotensi maju mendampingi masing-masing Bacabup. Semua tergantung komunikasi politik yang dibangun untuk menjalin koalisi,” ungkap Yandra Amas (41).(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan