KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Setelah sempat dua malam bertahan di sekitar lokasi lahan PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ), massa unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASBS) dan Forum Peduli Wilayah Kedurang (FPWK) akhirnya buka camp dan meninggalkan PT DSJ, Selasa (24/6/2025).
Massa ASBS dan FPWK mulai membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Massa betmalam di sekitar lahan PT DSJ sejak Minggu (22/6/2025).
Unjuk rasa ini berkaitan dengan Tapal Batas (Tabat) antar kabupaten dan HGU perusahaan. Massa mengklaim bahwa lahan PT DSJ masuk ke wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).
Massa membubarkan diri setelah berdialog dengan Kasat Intelkam Polres Kaur Polda Bengkulu, AKP Ahmad Khairuman, SE, M. Si.
Baca Juga :
Jamin Keamanan dan Iklim Investasi, Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Melalui Ops Serentak
Dalam dialog tersebut, perwakilan massa unjuk rasa memahami dan mentaati kesepakatan sebelumnya bahwa massa harus membubarkan diri pada tanggal 23 Juni 2025.
Dalam dialog tersebut, Kasat Intelkam juga menghubungkan massa unjuk rasa dengan Bupati BS, H Rifai Tajuddin melalui sambungan vidio call.
Dalam komunikasi tersebut, Bupati BS siap menerima aspirasi ASBS dan FPWK dan melakukan pertemuan di Pemda BS.
“Ya, sudah turun dan pulang ke rumah masing-masing. Camp yang didirikan massa sudah dibongkar semua. Mereka pulang untuk menyampaikan aspirasinya ke Pemda BS soall Tabat,” ujar Kapolres Kaur, AKBP Yuriko Fernanda, SH, S. IK, MH melalui Kasat Intelkam, AKP Ahmad Khairuman.(yti)

2 comments