JAKARTA || NUSANTARAMAILS.COM – DPR RI mewacanakan pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wacana tersebut muncul untuk memperluas dukungan terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Selain itu, pemanfaatan kantin sekolah dapat mendekatkan proses penyediaan makanan dengan penerima manfaat.
Dengan demikian, sekolah dapat memiliki peran lebih besar dalam mendukung kelancaran program MBG.
Namun, pengelolaan dapur tetap membutuhkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
Selanjutnya, pengelola harus memastikan proses memasak memenuhi ketentuan kesehatan dan gizi.
Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan pedoman teknis sebelum menerapkan konsep tersebut.
Di sisi lain, sekolah juga membutuhkan dukungan sarana untuk menjalankan fungsi dapur MBG.
Dukungan tersebut mencakup peralatan memasak, penyimpanan bahan pangan, hingga fasilitas sanitasi.
Selain itu, pengelola perlu memahami standar menu dan kebutuhan gizi peserta didik.
Wacana tersebut juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia.
Namun, pemerintah perlu menghitung kapasitas setiap kantin sebelum menerapkan konsep dapur MBG.
Sebab, setiap sekolah memiliki kondisi fasilitas dan jumlah peserta didik yang berbeda.
Selanjutnya, koordinasi antara pemerintah, sekolah, pengelola kantin, dan pihak terkait menjadi kunci pelaksanaan.
Dengan pola tersebut, program MBG dapat berjalan lebih dekat dengan lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, DPR RI mendorong pembahasan konsep tersebut agar program MBG semakin efektif.
Masyarakat pun berharap pemerintah tetap mengutamakan kualitas makanan, kebersihan, serta keamanan pangan.
Selain itu, pengelolaan program harus transparan agar manfaat MBG benar-benar dirasakan peserta didik.(yti)

Leave a comment