MEDAN || NUSANTARAMAILS.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 mendorong upaya penghijauan di kawasan Medan Belawan. Melalui pelatihan penanaman dan pemeliharaan tanaman berbasis masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Kantor Camat Medan Belawan, Rabu (9/9/2026), tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 1.
Pelatihan dalam mendukung kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program TJSL tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Selain itu, teknik penanaman, hingga pemeliharaan tanaman agar penghijauan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo Regional 1 untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau. Sekaligus meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat mendorong keberlanjutan program.
Sehingga penghijauan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan pemantauan tanaman.
Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 1, Basri Alam, mengatakan upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya penghijauan harus melibatkan masyarakat agar mereka tidak hanya mengetahui proses penanaman,” ujar Basri.
Menurutnya, pelaksanaan program TJSL tidak hanya diarahkan untuk memberikan manfaat secara langsung.
Tetapi juga membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Masyarakat mendapatkan pengetahuan, kemudian dapat menerapkannya dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun wilayahnya,” katanya.
Praktisi lingkungan dari Universitas Sumatera Utara (USU), Onrizal, Ph.D., yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, penghijauan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik lingkungan.
Menurutnya, pemilihan tanaman yang sesuai menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penanaman.
Ia menjelaskan, tanaman memiliki fungsi ekologis yang berbeda-beda. Sehingga pemilihan jenis tanaman tidak hanya didasarkan pada tampilan, tetapi juga manfaatnya terhadap lingkungan.
“Kita harus melihat tanaman itu nantinya berfungsi untuk apa. Ada tanaman yang lebih cocok untuk memberikan keteduhan, ada yang membantu memperbaiki kondisi lingkungan, dan ada juga yang memiliki fungsi ekologis lainnya,” katanya.
Selain pemilihan tanaman, Onrizal menekankan pentingnya pemeliharaan setelah penanaman.
Kondisi tanaman perlu dipantau secara berkala agar dapat diketahui apabila terdapat tanaman yang mengalami gangguan pertumbuhan.
“Tanaman itu makhluk hidup. Setelah ditanam tentu membutuhkan air, unsur hara dan pemeliharaan,” katanya.
“Kalau ada yang mati, perlu dilakukan penyulaman. Jadi, keberhasilan penghijauan sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan tanaman setelah ditanam,” ucapnya.
(Gunawan)

Leave a comment