Skip to content

Dirut RSUD dr Soekardjo : Susah Payah Bangun Citra Kini Hancur Sekejap Gegara Oknum Nakes Hina Pasien

TASIKMALAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Vidio viral oknum Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya, Jawa Barat tersebar luas dijagat maya.

Vidio yang memuat sikap ungkapan oknum Nakes yang menghina pasien ini bahkan menyedot perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Wahyudi (KDM).

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soekardjo, dr Budi Trimadi menyayangkan sikap nirempati staf administrasi Norma Zahara yang menghina pasien BPJS.

Menurutnya sikap NZ telah merusak citra RSUD yang dibangun susah payah dengan kerja keras bertahun-tahun oleh Nakes dan pegawai RSUD dr Soekardjo.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut geram dengan sikap nirempati Norma Zahara.

Dedi mengatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan bagian dari pelayanan publik.

Sehingga harus menjaga sikap dan perkataan, terutama ketika berhadapan dengan pasien.

Dedi menegaskan dugaan pelanggaran tersebut perlu ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Gubernur Jawa Barat itu menyerahkan seluruh proses pemberian sanksi kepada pemerintah daerah.

Dirut menegaskan bahwa sikap Norma Zahara tidak mencerminkan standar pelayanan RSUD dr Soekardjo.

Manajemen RSUD dr Soekardjo mengambil tindakan tegas terhadap oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tersebut.

Pihak RSUD telah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) internal dan menyerahkan tindak lanjut sanksi etik.

Manajemen juga telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) terkait nasib Norma Zahara.

Dirut menegaskan pihaknya akan melakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Nama NZ viral setelah dirinya ikut berkomentar di cuitan Yurizal Tri Chaerawan di platfrom Threads pada 22 Juli 2026 lalu.

Yurizal sebelumnya mengeluhkan harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan saat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Namun unggahan Yurizal itu justru dipenuhi komentar nirempati oleh sejumlah oknum tenaga kesehatan.

Yurizal kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

NZ sempat melontarkan kalimat yang dianggap menghina di cuitan Yurizal.

Komentar NZ tersebut memicu kemarahan publik karena dinilai tidak memiliki sikap empati terhadap pasien.

NZ kemudian menyampaikan permintaan maafnya atas apa yang telah ditulis dirinya.

Bijaklah dalam dunia maya agar tidak menjadi bumerang dikemudian hari.(**/tribun Jabar)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan