Skip to content

Dibalik Peringatan Hardiknas, Ada Seutas Doa dan Harapan Bagi Guru Pedalaman

Oplus_131072

NTT || NUSANTARAMAILS.COM – Dibalik gemerlap dan serba serbi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, ada doa dan harapan para guru pedalaman.

Seperti yang dirasakan oleh Yustina Yuniarti, guru honorer yang mengajar murid kelas SD Wukur.

SD yang terletak di Desa Sikka Kecamatan Lela Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan sejuta cerita.

Bagi Yusnita Yuniarti, mengajar bukan soal honor namun pengabdian untuk mencerdaskan anak bangsa.

Setiap hari, ia harus bangun lebih awal agar tidak terlambat tiba di sekolah.

Berjalan kaki hingga 6 KM, melewati medan yang cukup berat. Perjuangan beratnya rak sebanding dengan apa yang diberikan negara kepada dirinya.

Dengan honor sebesar Rp 150 ribu perbulan, tidak menjadikan dirinya malas untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak.

Repleksi Peringatan Hari Buruh Nasional : Jurnalis Juga Buruh, Perjuangan Nasib Orang Bisa, Nasib Sendiri Pending


Sosok guru ini menjadi inspirasi bagi semua orang. Perjuangannya mencerdaskan anak bangsa meski tak sebanding dengan upah tidak menurunkan semangatnya.

Dibalik peringatan Hardiknas tahun 2026, pemerintah diharapkan dapat lebih serius memperhatikan dan menjamin keselamatan dan kesehatan guru.

“Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa, ditangan mereka masa depan generasi bangsa terbangun,” ujar salah seorang warga setempat.(**)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan