NUSANTARAMAILS.COM – Fenomena tren fashion remaja masa kini kembali menuai sorotan. Tak sedikit warganet yang menyindir bahwa dalam hal berpakaian, “kuntilanak” — sosok mitologis berambut panjang dan bergaun putih — justru terlihat lebih sopan dibandingkan anak baru gede (ABG) zaman sekarang.
Sindiran ini ramai di media sosial setelah viralnya foto cosplay horor di sebuah acara Halloween, di mana sosok kuntilanak tampil dengan gaun putih panjang dan tertutup. Netizen pun membandingkannya dengan gaya berpakaian sebagian remaja masa kini yang dinilai terlalu terbuka dan minim kain.
“Lucu juga, ya. Kuntilanak aja masih pakai dress panjang, rapi. Lha ini yang ke mall, baju cuma segede saputangan,” tulis akun @netijenpedas di X (dulu Twitter), disertai emoji tertawa dan menangis.
Baca Juga :
Bahas Hibah Lahan Prokimal, Pemda Kaur Rapat Tindaklanjut Bersama TNI AL
Budayawan Seno Adi menyatakan bahwa perbandingan ini sebenarnya mencerminkan keresahan sosial terkait krisis norma dalam berpakaian.
“Ini bukan semata soal estetika atau moralitas, tapi lebih pada pergeseran nilai. Ketika tokoh horor lokal justru tampil lebih ‘sopan’, itu jadi cermin bagaimana masyarakat memaknai kebebasan berpakaian,” ujarnya.
Di sisi lain, psikolog remaja, dr. Rara Wulandari, menekankan pentingnya edukasi dan komunikasi.
“Remaja memang sedang mencari identitas, dan fashion adalah ekspresi diri. Tapi tetap perlu ada panduan dan diskusi sehat soal konteks dan etika,” katanya.
Fenomena ini mengundang beragam reaksi. Sebagian menyikapinya dengan humor, sebagian lain dengan kritik terhadap standar ganda dalam menilai cara berpakaian perempuan.
Meski demikian, yang jelas kuntilanak tetap setia dengan busana putih panjangnya dan kini, entah disadari atau tidak, menjadi simbol tak resmi dari ‘pakaian tertutup’ versi netizen Indonesia.(yti)

One comment