BENGKULU SELATAN || NUSANTARAMAILS.COM – Aksi demonstrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) kembali digelar pendemo, Jumat (16/2025).
Aksi unjuk rasa oleh pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada BS nomor urut 02, Suryatati-Ii Sumirat kali membawa keranda mayat untuk Bawaslu.
Pendemo yang belum terima atas laporan mereka ke Bawaslu yang sudah ditindaklanjuti dan ditetapkan tidak memenuhi unsur Tindak Pidana Pemilihan (TPP).
Pada aksi unjuk rasa hari ke-6 kemarin, pendemo membakar arsip atau dokumen laporan yang mereka buat ke Bawaslu sebelumnya.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, melibatkan para emak-emak simpatisan Paslon Suryatati-Ii Sumirat.
Diketahui, dalam PSU lalu Paslon ini kalah dalam perolehan suara dari Paslon 03, Rifai Tajuddin-Yavri. Selisih suara mencapai 6.000 suara.
Baca Juga :
ITB Apresiasi Presiden-Kapolri-DPR Atas Penangguhan Penahanan Mahasiswinya
Saat ini, Paslon urut 02 dalam perjuangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut masih dalam proses persidangan di MK.
Kekalahan Paslon ini dinilai oleh pendukungnya karena adanya dugaan kejahatan demokrasi yakni penangkapan Ii Sumirat oleh massa pada malam pemungutan suara.
Kemudian, penangkapan tersebut diviralkan ke publik dan menyebar di masyarakat bahwa Ii Sumirat ditangkap.
Isu tersebut berpengaruh pada masyarakat yang berimbas pada pemilih sehingga tidak jadi memilih Ii Sumirat karena ditangkap. Hal ini merugikan Paslon 02 dan menyebabkan kekalahan mereka.
Sekedar informasi, Suryatati adalah kakak kandung dari mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamuddin dan ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin.
Sementara, Ii Sumirat adalah adik kandung mantan Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rohidin Mersyah, MMA yang saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu dalam kasus korupsi yang ditangani oleh KPK.(yti)

One comment