KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dalam dunia politik jika tidak diwarnai perdebatan atau kritik akan terasa hambar dan tentunya tidak menarik. Debat dam Kritik di politik adalah hal yang biasa dan masuk dalam kategori seninya demokrasi.
Namun, adu domba jangan pernah terjadi. Sebab, adu domba hanya akan melahirkan perpecahan sehingga merusak tatanan kesatuan dan persatuan.
Penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat. Sebab, segala perbedaan politik merupakan cambuk untuk lebih baik dan bangkit dari ketertinggalan.
Jika debat hanya bertujuan untuk mencari ketenaran maka lebih baik diam tanpa harus berdebat. Biarkan saja mereka bilang apa, namun action untuk masyarakat. selalu terdepan.
Baca Juga :
Coffe Night, Hermen Malik Tancap Gas Kampanyekan Gusril-Hamid
“Terkadang debat kebablasan, bukannya mencari solusi untuk lebih baik justru saling melemahkan. Karenanya, pahami makna dari debat. Debat boleh, solusi wajib dan menjaga kesatuan masyarakat penting,” ujar Wulan Suprihatin (37), Jumat (1/11/2024).
Pilkada adalah proses menentukan calon kepala daerah. Masing-masing calon memiliki visi misi jelas dan baik. Semua bertujuan membangun daerah yang lebih maju.
Debat hal biasa yang seharusnya menjadi motivasi agar mendapat solusi yang tepat. Dalam debat, seharusnya mau mendengar pendapat orang lain dan menghargainya.
“Kalau debat hanya mementingkan ego dan hanya perkataannya saja yang mau didengar, maka itu namanya bukan debat melainkan merasa pintar sendiri,” pungkasnya.(yti)

Leave a comment