KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Proyek pembangunan talud RS Pratama di Desa Sumber Harapan menuai sorotan masyarakat. Selain itu, warga mempertanyakan kualitas pekerjaan senilai Rp1.283.971.474 tersebut.
Pemerintah mendanai proyek itu melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Rokok Tahun 2025. Selanjutnya, pelaksana memiliki waktu pengerjaan selama 120 hari kalender.
Warga menilai beberapa bagian pekerjaan belum menunjukkan kualitas yang diharapkan. Karena itu, masyarakat meminta pelaksana mengutamakan mutu konstruksi.
Rani Agam, 48 tahun, menyampaikan sejumlah catatan terhadap proyek tersebut. Menurutnya, kualitas pekerjaan masih memerlukan perhatian serius.
“Hasil pekerjaan dipertanyakan, khususnya pada kualitas, ukuran kawat bronjong, kedalaman pondasi, serta batu kali yang dipergunakan,” ujar Rani Agam.
Ia berharap pelaksana segera mengevaluasi pekerjaan. Dengan demikian, talud mampu menahan tekanan tanah secara maksimal.
Selain itu, masyarakat menginginkan bangunan berdiri kokoh dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, warga meminta seluruh pekerjaan mengikuti spesifikasi teknis.
Warga juga berharap pengawasan berlangsung lebih ketat. Selanjutnya, setiap tahapan pekerjaan perlu mengedepankan kualitas dan keselamatan.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak terkait. Karena itu, keterangan resmi belum diperoleh.
Media ini membuka ruang klarifikasi maupun hak jawab kepada seluruh pihak terkait. Langkah tersebut mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Catatan redaksi, informasi berita ini bertujuan informatif dan tidak ada unsur ujaran kebencian, menyudutkan, memihak, provokasi, atau ajakan tertentu kepada pihak manapun.
Materi digunakan untuk tujuan informasi sesuai prinsip fair use dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Permintaan penghapusan atau kerjasama publikasi tetap mengacu pada hak cipta.(yti)

Leave a comment