NUSANTARAMAILS.COM – Siapa sangka, dari sepotong martabak kita bisa memetik pelajaran hidup. Martabak, jajanan khas Indonesia yang dicintai banyak orang, ternyata menyimpan filosofi menarik, bahkan yang paling istimewa pun bisa ‘dikacangin’.
Kalimat ini, yang tengah viral di media sosial, menjadi bahan refleksi dan hiburan sekaligus. Dalam konteks martabak manis, istilah “istimewa” biasanya merujuk pada isian lengkap nan mewah —keju, cokelat, wijen, hingga kacang.
Namun dalam candaan yang menyentil itu, “yang istimewa pun bisa dikacangin”, ada makna tersirat tentang bagaimana dalam hidup, sehebat atau seistimewa apa pun seseorang, tetap bisa diabaikan atau tidak dihargai.
Baca Juga :
Unggahan kreatif ini ramai dibicarakan netizen karena menggambarkan realitas sehari-hari, mulai dari percintaan, pekerjaan, hingga pertemanan. “Ini martabak atau pelajaran hidup?” tulis seorang pengguna Twitter, disertai emotikon tertawa dan menangis.
Sosiolog dari Universitas Indonesia, Dr. Tita Ramadhani, menyebut bahwa tren semacam ini adalah bagian dari cara generasi muda menyampaikan keresahan mereka dengan cara yang ringan dan relatable.
“Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana budaya populer —termasuk makanan—digunakan sebagai media ekspresi sosial,” ujarnya.
Di sisi lain, para penjual martabak justru menyambut tren ini dengan senyum lebar. Beberapa di antaranya bahkan menciptakan menu baru bernama “Martabak Dikacangin”, yaitu martabak istimewa dengan topping ekstra kacang.
“Lumayan buat promosi,” ujar Andi, penjual martabak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Jadi, lain kali saat menikmati martabak istimewa, ingatlah: meski spesial, bukan berarti tak bisa diabaikan. Karena dari martabak pun, kita bisa belajar tentang hidup.(**)

One comment