KAUR || NusantaraMails.com — Ketika sebagian anak menghabiskan malam untuk bermain, Sholahuddin Al Ayyubi memilih membuka kembali materi pelajaran.
Baginya, belajar bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan langkah kecil untuk meraih cita-cita.
Pelajar kelas VI Annur SD IT Al-Ihsan Kabupaten Kaur ini membuktikan kesungguhannya melalui prestasi di bidang Bahasa Inggris. Ia berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Islamic Youth Festival (IYF) 2026.
Prestasi tersebut mengantarkan Sholahuddin melangkah ke tingkat nasional. Sebelumnya, ia berhasil menjadi yang terbaik pada tingkat Provinsi Bengkulu dalam kategori Bahasa Inggris.
Namun, keberhasilan itu tidak datang begitu saja. Di balik pencapaiannya, Sholahuddin menjalani rutinitas belajar dengan disiplin dan konsisten.
Putra pasangan Feri Aryanto, SP, dan Tin Tin Murti ini tinggal di Desa Padang Leban, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur. Dari desa tersebut, ia terus mengasah kemampuan untuk menghadapi persaingan akademik yang lebih luas.
Membagi Waktu, Menjaga Semangat
Setiap hari, Sholahuddin memulai aktivitas belajar di sekolah sejak pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengikuti pembelajaran dan memperdalam pengetahuan.
Meski kegiatan sekolah berlangsung cukup panjang, semangat belajarnya tidak berhenti ketika pulang ke rumah. Sebaliknya, ia kembali melanjutkan kegiatan belajar mandiri pada malam hari.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Sholahuddin membuka kembali materi pelajaran. Ia memanfaatkan akses internet untuk belajar secara daring dan memperluas pemahamannya.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanannya menguasai Bahasa Inggris. Melalui rutinitas yang teratur, ia terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Tentu saja, proses itu membutuhkan ketekunan. Sebab, penguasaan bahasa asing tidak cukup hanya mengandalkan pelajaran di kelas. Siswa juga perlu berlatih, memperkaya kosakata, serta memahami materi secara berulang.
Karena itu, Sholahuddin memilih menggunakan waktu malam untuk belajar mandiri. Ia berusaha menjaga konsistensi agar setiap kesempatan belajar memberikan manfaat.
Medali Emas, Buah Ketekunan
Keberhasilan Sholahuddin meraih medali emas IYF 2026 menjadi pencapaian penting dalam perjalanan pendidikannya. Prestasi tersebut sekaligus membawanya menuju kompetisi tingkat nasional.
Perjalanan dari tingkat provinsi menuju nasional menunjukkan pentingnya persiapan dan kesungguhan. Sholahuddin membangun kebiasaan belajar sebagai bekal menghadapi tantangan akademik.
Selain itu, pencapaiannya menghadirkan inspirasi bagi pelajar lain di Kabupaten Kaur. Anak-anak dari daerah pun memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan dan kerja keras.
Kisah Sholahuddin juga memperlihatkan bahwa prestasi tidak selalu bermula dari fasilitas yang mewah. Kemauan untuk belajar, kemampuan mengatur waktu, dan konsistensi menjalani latihan turut memegang peranan penting.
Meski begitu, perjalanan pendidikannya masih panjang. Kesempatan mengikuti kompetisi nasional menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan sekaligus menguji kemampuannya.
Kini, medali emas IYF 2026 menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan Sholahuddin. Ia telah menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana, seperti belajar secara teratur, dapat mendukung pencapaian yang membanggakan.
Dari Desa Padang Leban, Sholahuddin membawa pesan sederhana bagi teman-teman seusianya: keberhasilan membutuhkan usaha yang berkelanjutan.
Sebab, prestasi bukan hanya tentang medali yang menghiasi dada. Lebih dari itu, prestasi tumbuh melalui kedisiplinan, semangat belajar, dan keberanian untuk terus melangkah menuju cita-cita.(yti)

Leave a comment