Skip to content

Dari AI hingga Moderasi Beragama, El-Makrifah Hadirkan Wajah Baru Kajian Islam Kontemporer

Membuat Konten Artikel
Membuat Konten Artikel

Bengkulu Selatan, Nusantara Mails – Ketika kecerdasan buatan mulai mengubah cara manusia belajar, mencari informasi, bahkan memahami ajaran agama, ruang akademik dituntut ikut bergerak. Perdebatan tentang relasi Islam, teknologi, pendidikan, dan perubahan sosial kini tidak lagi berhenti di ruang seminar, tetapi mulai terdokumentasi dalam publikasi ilmiah yang menawarkan perspektif baru.

Nuansa itulah yang terasa dalam terbitan terbaru El-Makrifah Journal Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026. Jurnal ilmiah yang diterbitkan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan ini menghadirkan sepuluh artikel yang membentangkan spektrum kajian Islam kontemporer, mulai dari pendidikan, tafsir Al-Qur’an, hadis, moderasi beragama, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pembelajaran.

Tema AI menjadi salah satu sorotan karena menyentuh persoalan yang tengah dihadapi hampir seluruh institusi pendidikan. Alih-alih memandang kecerdasan buatan sebagai ancaman, sejumlah artikel mencoba membacanya sebagai fenomena akademik yang perlu dipahami secara kritis. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan digunakan dalam pendidikan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan tanpa menggeser nilai, etika, dan tradisi keilmuan Islam yang telah berkembang selama berabad-abad.

Di sisi lain, isu moderasi beragama tetap memperoleh ruang yang kuat. Pembahasan tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi diarahkan pada bagaimana nilai-nilai moderasi dapat diterjemahkan dalam praktik pendidikan dan kehidupan masyarakat yang semakin majemuk. Pendekatan serupa juga tampak dalam kajian tafsir Al-Qur’an dan hadis yang disajikan dengan perspektif yang lebih kontekstual terhadap dinamika sosial masa kini.

Keberagaman tema tersebut memperlihatkan kecenderungan baru dalam studi Islam. Disiplin ini tidak lagi dipahami secara eksklusif sebagai kajian tekstual, melainkan semakin terbuka terhadap dialog dengan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Pendidikan, teknologi digital, ilmu sosial, hingga perkembangan kecerdasan buatan menjadi bagian dari lanskap akademik yang kini sulit dipisahkan dari pembahasan keislaman.

Pilihan tema dalam edisi terbaru ini sekaligus mencerminkan perubahan arah penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian keislaman tidak lagi hanya berbicara tentang apa yang telah diwariskan, tetapi juga berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul seiring perubahan zaman. Dari ruang kelas digital hingga tantangan etika penggunaan AI, dari penguatan karakter peserta didik hingga rekonstruksi pemahaman keagamaan yang moderat, semuanya menjadi bagian dari diskursus yang berkembang.

Di balik terbitnya sepuluh artikel tersebut, terdapat proses akademik yang melibatkan penulis, mitra bestari (peer reviewer), dan tim editor melalui tahapan seleksi serta penelaahan ilmiah. Proses tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas publikasi sekaligus memastikan setiap artikel memenuhi standar akademik sebelum dipublikasikan.

Terbitnya El-Makrifah Journal Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026 menjadi penanda bahwa kajian Islam terus bergerak mengikuti denyut perubahan zaman. Ketika dunia pendidikan menghadapi tantangan baru akibat percepatan teknologi dan perubahan sosial, ruang-ruang publikasi ilmiah seperti El-Makrifah menjadi tempat lahirnya gagasan, kritik, sekaligus tawaran solusi yang berangkat dari tradisi keilmuan Islam yang tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Daftar Artikel: 

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan