NUSANTARAMAILS.COM – Alkisah menceritakan kisah cinta beda kasta yang memilukan. Namun, kekuatan cinta tulus ini mampu menyatukan keluarga besar yang tak pernah merestui.
Di lereng Gunung Slamet yang hijau, terhampar sebuah kadipaten bernama Kutaliman. Di sana, Adipati Kutaliman memerintah dengan bijaksana bersama sang istri dan putri mereka yang jelita, Dewi Sulasih. Namun, di balik kemegahan istana, tersembunyi kisah cinta yang tak terduga.
Batur Gamel, seorang pemuda gagah yang bertugas mengurus kuda-kuda kerajaan, memiliki hati yang tulus dan tangkas dalam pekerjaannya. Setiap fajar, ia selalu pertama kali bangun untuk memastikan kuda-kuda dalam kondisi prima, dan setiap senja, ia menjadi yang terakhir meninggalkan kandang setelah memastikan semua kuda telah terkandang dengan baik.
Suatu hari, saat Dewi Sulasih berjalan-jalan di taman istana, seekor ular berbisa melintas di hadapannya. Batur Gamel yang kebetulan lewat, dengan sigap melompat dan menyelamatkan Dewi Sulasih dari gigitan maut. Sejak saat itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Baca Juga :
Akibat Nonton Film, Membuat Banyak Perempuan Muda Ingin Operasi Itunya
Mereka sering bertemu diam-diam di bawah rindangnya pohon beringin tua, berbagi cerita dan tawa. Cinta mereka bersemi, namun terhalang oleh jurang status yang menganga. Batur Gamel hanyalah seorang pembantu, sementara Dewi Sulasih adalah putri seorang adipati.
Ketika Dewi Sulasih dinyatakan hamil, istana Kutaliman diguncang oleh skandal. Adipati Kutaliman dan istrinya merasa terhina dan marah, namun di balik kemarahan itu, mereka juga merasakan kesedihan mendalam. Mereka ingin melihat putri mereka menikah dengan kehormatan, bukan tercela karena cinta terlarang.
Namun, cinta Batur Gamel dan Dewi Sulasih tak dapat dipisahkan. Mereka memutuskan untuk meninggalkan istana dan hidup bersama di sebuah desa yang kini dikenal sebagai Baturaden. Di sana, mereka hidup bahagia, meski harus melepaskan segala kemewahan dan status.

One comment