Skip to content

Cerita Empat Personel Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Kemuning Evakuasi Bayi Perempuan di Area Sungai Padang Guci

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Empat personel Bhabinkatibmas Polsek Tanjung Kemuning Polres Kaur evakuasi bayi malang yang ditelantarkan diarea sungai Padang Guci, Rabu (14/1/2026).

Empat anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu Agung Permana, Bripka Moffi Dekaz Bripka Pansuri dan Brigpol Junianda melakukan evakuasi bayi malang tersebut disaat hujan mengguyur membasahi bumi.

Aiptu Agung Pramana dengan gerak replek membalut bayi yang masih bernafas ini dengan kain dan langsung menggendong menuju mobil ambulance Puskesmas Tanjung Kemuning.

Sementara, tiga rekan Bhabinkamtibmas lainnya memayungi bayi agar tidak kehujanan lagi.

Mereka berjalan kaki sekira 100 meter menuju mobil ambulance dan langsung membawa bayi malang ini ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Aiptu Agung Pramana menceritakan bagaimana perasaannya saat mengevakuasi bayi malang tersebut.

Dengan tidak henti-hentinya mengucapkan Allahu Akbar, membalut dan mengevakuasi bayi malang ini menuju Puskesmas.

Naluri kemanusiaan mengalir cepat, dengan perasaan cemas, haru, sedih dan geram mengoyak hati.

Perasaan bercampur aduk ini ditenangkan dengan mengucap kalimat tauhid atas kebesaran sang maha pencipta alam semesta.

Terlambat sedikit saja evakuasi, bisa berdampak fatal bagi bayi perempuan malang ini. Doa pun melayang dalam hati untuk bayi nahas ini mengiring langkah demi langkah saat evakuasi.

“Ini pembelajaran paling berharga, bukan hanya bagi masyarakat namun bagi kami yang melakukan evakuasi,” ujar Aiptu Agung Pramana.

Diceritakannya, Bripka Moffi Deka pertama kali mendapat laporan dari saksi yang merasa curiga dengan gerak-gerik orang yang bolak-balik disekitar lokasi.

Kemudian, Bripka Moffi Deka berkoordinasi ke piket Yanmas Polsek untuk segera menuju lokasi dimana dirinya sudah lebih awal menunggu di sekitar lokasi.

Kemudian, bersama-sama melakukan pemeriksaan dan akhirnya menemukan sesosok bayi mungil yang tergeletak diatas rerumputan hijau tanpa ada pembalut sama sekali.

“Jika saja kami tiba lebih cepat dan saksi menyampaikan laporan lebih awal, mungkin pembuang bayi ini bisa langsung ditemukan saat itu juga. Meskipun alhamdulillah akhirnya dapat terungkap dalam hitungan jam,” ungkapnya.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan