Skip to content

Cerita Dibalik Jamda Ke-VII Kabupaten Kaur, Sewa Lapak Hingga Persiapan WC 20 Unit Yang Dipertanyakan

Foto istimewah RRI.Co

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Suksesi kegiatan Jambore Daerah (Jamda) ke-VII di Kabupaten Kaur menyimpan sejumlah cerita yang ramai dibahas dalam beberapa group Whatsapp maupun di media sosial facebook.

Mulai dari pembahasan sewa lapak bazar dilokasi Jamda ke-VII di Pengubaian, banyaknya lapak pedagang diluar arena Jamda hingga persiapan pembangunan 20 unit Water Closed (WC) yang dipertanyakan.

Persiapan demi persiapan sudah dilakukan secara optimal. Bahkan, dalam rapat-rapat sebelumnya sudah dibahas progres persiapan yang matang guna mendukung suksesnya Jamda ke-VII di Kabupaten Kaur.

Namun, dibalik persiapan yang maksimal masih saja muncul cerita bahkan celotehan masyatakat dilapangan. Hal ini menggambarkan kondisi real yang terjadi.

Evaluasi dikemudian hari harus dilakukan guna menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi celah munculnya persepsi persiapan yang kurang mapan.

Jamda ke-VII ini diikuti oleh ribuan peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Harusnya, Jamda bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi daerah.

Belum lagi, persoalan listrik yang kerap terjadi pemadaman secara mendadak akibat pengaruh cuaca buruk. Sehingga, persiapan genset cadangan mengantisipasi listrik padam tidak terlihat.

M Fadly Abbas (38) mengungkapkan perlu ada evaluasi lebih mendalam agar cerita-cerita miring dibalik suksesi Jamda ke-VII ini tidak berseliweran di media sosial.

Apalagi, pada jaman digital ini masyarakat lebih banyak curhat atau membagikan pengalamannya di media sosial ketimbang ke pemerintah.

“Jamda harusnya mampu mendongkrak promosi daerah agar menarik minat masyarakat luar berkunjung ke Kabupaten Kaur. Namun, jika lebih banyak cerita buruknya maka akan mengurangi niat datang lagi di kemudian hari,” ungkapnya.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan