KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Perayaan hari raya Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Kaur diwarnai insiden berdarah hingga bencana alam yang merendam rumah warga dan menghanyutkan mobil di Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir).
Inside berdarah terjadi di Desa Datar Lebar I Kecamatan Lungkang Kule dimana ayah tiri dibacok oleh anak tirinya. Akibat pembacokan tersebut korban terpaksa dirujuk ke RSU Bengkulu guna perawatan medis yang lebih intensif.
Beruntung, korban tidak meninggal dunia dan kini sudah mulai membaik. Kesehatan korban berangsur membaik dan sudah bisa bicara meskipun luka dibagian lehernya masih harus dibalut perban.
Belum usai insiden berdarah tersebut, bencana alam banjir bandang membuat geger masyarakat khususnya di Kecamatan Pagulir pada Minggu (6/4/2025) malam.
Banjir bandang merendam rumah warga di Desa Air Kering. Bahkan, derasnya arus banjir bandang menyebabkan satu unit mobil toyota hanyut terseret arus air yang deras.
Baca Juga :
HEADLINE: Presiden Prabowo Dijadwalkan Tiba di Bengkulu Siang Ini
Bencana alam ini menyimpan trauma bagi masyarakat yang terdampak banjir. Banjir kali ini merupakan yang terbesar disepanjang beberapa dekade terakhir.
Banjir disebabkan tanggul penahan abrasi jebol diterjang banjir. Luapan air sungai pun masuk merendam rumah warga yang menimbulkan kepanikan.
Insiden besar ini menjadi tanda dan instropeksi diri agar kembali ke jalan benar. Meskipun banyak spekulasi dan dugaan penyebab bencana tersebut namun yang pastinya ini adalah kehendak tuhan yang maha esa.
Masyarakat diingatkan agar selalu bersyukur atas segala karunia tuhan dan agar menjaga lingkungan dengan baik. Penggundulan hutan serta aktivitas ilegal yang selama ini kerap terjadi agar dihentikan.
“Mari belajar dari alam, berbagai insiden terjadi selama perayaan hari raya Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Kaur. Ini adalah peringatan bagi kita semua untuk instropeksi diri lagi dan selalu menjaga alam dari kerusakan,” ungkap Surmani (48).(yti/habis)

One comment