Skip to content

BPD : Cinta Yang Tidak Selalu Setuju Terhadap Kebijakan Desa

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dalam dinamika pemerintahan desa, hubungan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa kerap digambarkan sebagai dua unsur yang saling melengkapi. Namun, tak jarang pula keduanya berada pada posisi berbeda dalam menyikapi sebuah kebijakan.

Perbedaan itu bukan tanda permusuhan, melainkan wujud cinta yang tidak selalu harus setuju.
BPD, sebagai lembaga pengawas sekaligus penampung aspirasi masyarakat, memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan desa berpijak pada kepentingan publik.

Karena itulah, BPD tidak selalu berdiri sejalan dengan Pemerintah Desa. Ada kalanya BPD harus mengingatkan, menegur, atau bahkan menolak suatu keputusan jika dinilai berpotensi menimbulkan masalah bagi masyarakat.

Menurut beberapa tokoh desa, ketidaksepakatan BPD terhadap kebijakan desa merupakan bagian dari mekanisme check and balance yang sehat. Jika BPD hanya mengangguk tanpa kritik, maka fungsi pengawasan akan kehilangan maknanya.

Sebaliknya, ketika BPD aktif mengawasi dan mengoreksi, roda pemerintahan desa justru berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Hubungan BPD dan Pemerintah Desa idealnya bukan hubungan yang selalu harmonis tanpa dinamika, melainkan hubungan yang tumbuh dari rasa tanggung jawab bersama.

Baca Juga :

Gugatan Ditolak PTUN Keseluruhan, Perjuangan Eks Kades Ini Kandas di meja Hakim

Ketika muncul perbedaan pendapat, keduanya dituntut untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, bukan mempertajam konflik. Di sinilah esensi cinta itu hadir—cinta terhadap desa, terhadap amanah, dan terhadap masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.

Sebagian besar perdebatan yang melibatkan BPD dan Pemerintah Desa biasanya berakar pada persoalan anggaran, prioritas kegiatan, hingga transparansi pelaksanaan program. Namun jika dikelola dengan komunikasi yang baik, perbedaan itu justru menjadi jalan untuk memperbaiki tata kelola desa.

BPD bukan oposisi, bukan pula rival bagi Pemerintah Desa. BPD adalah mitra kritis—sebuah cinta yang tidak selalu setuju, tetapi selalu ingin yang terbaik bagi desa. Peran itulah yang membuat demokrasi desa tetap hidup, berjalan, dan terus belajar menjadi lebih baik.(**)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan