MEDAN || NUSANTARAMAILS.COM – Mapolda Sumatera Utara (Sumut) mendadak heboh atas kejadian yang membuat geleng kepala, Kamis (21/5/2026).
Pasalnya, oknum polisi yang mengenakan pakaian dinas lari terberit-birit tiba dikejar sejumlah orang.
Wibawa Polda Sumut yang terlihat agung, seketika berubah menjadi tonton gratis yang banyak membuat personel geleng kepala.
Karena, wibawa seoramg polisi harus runtuh ditangan keluarganya sendiri.
Vidio yang beredar luas di media sosial memperlihatkan tontonan yang tak biasa serta sukses buat warganet geleng kepala.
Seorang pria yang mengenakan pakaian dinas kepolisian tampak berlari panik menghindari kejaran sejumlah orang di area Polda Sumut.
Aksi pelarian oknum tersebut akhirnya terhenti secara dramatis.
Ia terpojok dan didorong oleh massa yang mengejarnya hingga jatuh tersungkur ke tanah.
Sosok di balik pengejaran nekat ini tak lain adalah istri sah dan keluarga sang polisi sendiri.
Dugaan Perselingkuhan dan Bawa Kabur Mobil
Amukan sang istri beserta keluarganya di tempat umum ini dipicu oleh kelakuan sang oknum yang dinilai sudah sangat kelewatan.
Sang istri menuding suaminya tersebut telah bermain api alias melakukan perselingkuhan di belakangnya.
Selain itu, yang membuat emosi keluarga semakin mendidih, oknum polisi ini tak hanya dituduh selingkuh.
Tetapi juga diduga kuat membawa kabur telepon genggam dan bahkan mobil milik istri sahnya.
Tidak berhenti pada labrakan fisik, sang istri juga memastikan suaminya mendapat ganjaran yang setimpal secara institusi.
Sang istri dikabarkan telah resmi melaporkan dugaan perselingkuhan dan tindakan suaminya itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut.
Dalam video viral tersebut, disematkan sebuah pesan tegas yang mewakili keresahan publik.
“Mohon untuk ditindaklanjuti kasus ini, oknum polisi ini sudah meresahkan masyarakat dan merusak marwah Kepolisian RI. Mohon tindakan tegasnya kepada bapak.”
Insiden di Polda Sumut ini menjadi pengingat keras bahwa seragam dinas tidak bisa menyelamatkan seseorang dari murka istri yang dikhianati.
Kasus ini bukan sekadar masalah ranjang rumah tangga, melainkan telah menjadi sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.
Kini, masyarakat menuntut pimpinan kepolisian untuk segera mengambil langkah etik dan sanksi disiplin.
Agar marwah institusi tidak semakin tercoreng oleh kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab.(**)

Leave a comment