KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Biaya politik di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sangat tinggi. Calon Bupati (Cabup) butuh akuntan untuk menghitung besaran modal dan beban pengeluaran.
Selain itu, donator juga harus hitung-hitung peluang keberhasilan. Donatur juga butuh kepastian atau jaminan dari Cabup.
Jaminan dimaksud baik jika terpilih ataupun jika Cabup keok dalam pemilihan. Donatur yang memberikan modal tentunya ada timbal balik jika terpilih.
Kepastian atau jaminan modal kembali jika Cabup gagal di pemilihan, jaminan jika terpilih setidaknya proyek dan lain sebagainya.
Sementara, akuntan Cabup juga harus mampu menghitung beban biaya operasional selama proses awal hingga hitungan biaya jika masuk ke ranah gugatan sengketa hasil pemilihan.
Baca Juga :
Mulai dari biaya mahar partai, entertainment, kampanye, baliho, sosialisasi, honor team, makan minum dan lain sebagainya. Tanpa perghitungan akuntan akan membuat Cabup kewalahan dalam mengelolah biaya pencalonan.
“Banyak pertimbangan dan hitung-hitungan di kontestasi pemilihan seperti ini. Biayanya cukup besar mencapai puluhan miliar rupiah. Kalau tanpa ada jaminan pasti, donatur akan sulit untuk menyalurkan bantuan keuangannya kepada calon,” ungkap salah seorang warga, Susanto (57).(yti)

One comment