Duta Besar Michael Trias Kuncahyono mengungkapkan bahwa alunan Kebo Giro dan Salawat Badar menjadi momen bersejarah dalam gerakan budaya untuk membangun persaudaraan antar-umat manusia dan perdamaian dunia. “Peristiwa ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang moderat, toleran, dan bersaudara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini membuktikan bahwa Pancasila benar-benar menjadi perekat keberagaman bangsa, seperti yang diakui oleh Paus Fransiskus.
Setelah tampil dalam audiensi umum, Ki Ageng Ganjur menggelar pertunjukan di KBRI Takhta Suci Vatikan. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari Dikasteri Dialog Antar Agama, para duta besar dan diplomat dari negara sahabat, seniman, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Selain pertunjukan dan dialog lintas iman, Ki Ageng Ganjur juga mengadakan workshop musik tradisional Nusantara, dialog budaya, serta ziarah budaya ke tempat-tempat bersejarah dan sanggar seni sebagai bagian dari rangkaian roadshow mereka.

Leave a comment