Skip to content

Awas Manajemen Konflik Dimainkan Ganggu Kondusifitas Pilkada Kaur

Gambar ilustrasi.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Manajemen konflik bisa saja dimainkan oleh oknum tertentu untuk memancing reaksi masyarakat terhadap Calon Bupati (Cabup) tertentu. Manajemen konflik diperankan dengan menebar isu negatif yang dapat memancing emosi pendukung Cabup.

Pancingan emosi ini jika tidak disiasati dengan baik dapat menimbulkan gejolak pada Pilkada serentak 2024. Manajemen konflik yang sengaja dimainkan akan berdampak buruk pada pelaksanaan Pilkada.

Jika masyarakat terperdaya dengan peran manajemen konflik tersebut dapat berakibat fatal sehingga merusak citra daerah hingga ditingkat nasional.

Upaya memainakan manajemen konflik ini mulai terlihat dengan munculnya fitnah maupun ujaran kebencian dengan modus black campaign.

Baca Juga : 

24 PTPS Kecamatan Tanjung Kemuning Dilantik, Dibekali Bimtek Siap Jalankan Tugas

Serangan terhadap salah satu Cabup menunjukkan bahwa kontra sedang dimainkan oleh sekelompok orang. Padahal, dampak buruknya sangat besar bagi kedamaian pelaksanaan Pilkada.

Oleh karenanya, upaya tegas pemerintah maupun aparat keamanan menindak pelaku yang memainkan manajemen konflik harus dilakukan secara terbuka.

Postingan di media sosial yang mengarah pada manajemen konflik ini harus di take down. Kemudian, isu yang disebar segera ditelusuri untuk menemukan pelakunya.

“Jangan sampai manajemen konflik yang dimainkan berdampak pada lahirnya konflik yang jauh lebih besar. Oleh karenanya, pemainnya harus dikejar dan diminta pertanggungjawabannya,” ungkap Seitapi (46).(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan