Skip to content

Anda Jadi, Anda Lupa Janji, Ada Uang Ada Suara

Gambar ilustrasi money politics.(foto: bawaslu NTB)

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Politik beberapa periode terakhir mengalami fenomena yang sangat buruk. Hal ini wujud dari rasa kecewa masyarakat terhadap para calon legislatif yang kerap lupa akan janji.

Wajar saja jika masyarakat lebih memilih kata “ada uang ada suara, anda jadi anda lupa janji”. Fenomena politik ini tampaknya masih mendominasi perolehan suara dukungan.

Anggota dewan yang terpilih selama ini kerap kali lupa akan janji kampanyenye kepada masyarakat.

Baca Juga : 

Tangkal Hoax Pemilu, SMSI Kaur Komitmen Ciptakan Pemilu Adem dan Pengawasan Media Cyber

Sehingga, muncul rasa kecewa yang begitu mendalam bagi masyarakat. Dampaknya, praktek politik uang sulit untuk dihindari.

Kemudian, dampak lain adalah kors atau biaya politik membengkak. Hal ini pula yang kerap menjadikan masyarakat lebih memilih kandidat yang memiliki finansial tinggi.

“Inilah fakta di lapangan. Meskipun secara aturan sangat jelas, praktek politik uang dilarang dan melanggar ketentuan,” ucap Roki Aliandi (40), Rabu (10/1/2024).

Lima tahun menjabat sebagai wakil rakyat, belum terlihat keseriusan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Karena sibuk untuk mengembalikan modal saat kampanye mendapat dukungan. Kemudian, ada rasa tidak peduli karena merasa suara dukungan sudah dibeli.

“Mari belajar untuk tidak politik uang. Biarkan masyarakat menunggu, jika semua kontestan sepakat tidak memberikan maka tidak akan terjadi praktek politik uang nanti,” paparnya.(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan