Proses kembalinya kesuburan dapat bervariasi, dan sebagian besar pasangan dapat merencanakan kehamilan setelah IUD diangkat. KB IUD terdiri dari dua jenis, yakni IUD non-hormonal (berlapis tembaga) dan IUD hormonal (berisi hormon levonorgestrel). Cara kerjanya menghambat ovulasi, membuat dinding rahim tipis, dan menebalkan lendir serviks.
12. Konsumsi obat herbal
Ada beberapa jenis obat herbal yang diyakini bisa mencegah kehamilan. Metode ini dapat digunakan tapi tidak 100 persen terbukti efektif. Sebaiknya Bunda mencari informasi dulu sebelum minum obat herbal atau minum ramuan lainnya. Bila perlu, konsultasikan dulu ke dokter agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
Mula Terbongkarnya Oknum Guru di Bengkulu Tiduri Siswinya Hingga 7 Kali
13. Konsumsi pil KB kombinasi
Bunda bisa mempertimbangkan penggunaan pil KB kombinasi. Menurut International Consortium for Emergency Contraception, metode Yuzpe melibatkan penggunaan pil KB kombinasi dalam jumlah tertentu, dengan dua dosis yang harus diminum.
Dosis pertama sebaiknya diminum paling lambat dalam 72 jam (tiga hari) hingga maksimal 120 jam (lima hari) setelah berhubungan seks. Setelah itu, dosis kedua perlu diminum 12 jam setelahnya.
14. Melakukan operasi sterilisasi
Baik Bunda maupun suami, keduanya dapat menjalani prosedur untuk mengurangi tingkat kesuburan secara permanen. Operasi sterilisasi dianggap dapat efektif mencegah kehamilan.
Pada pria, metode yang dilakukan adalah vasektomi dengan memotong saluran yang membawa sperma. Sedangkan pada perempuan, prosedur yang dilakukan adalah ligasi tuba dengan menjepit atau menyegel saluran tuba.

One comment