NUSANTARAMAILS.COM – Antrian panjang kendaraan berbahan bakar solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terlihat mengular. Fenomena ini menimbulkan beberapa pertanyaan masyarakat.
Antrian panjang ini terjadi karena suplai solar yang berkurang, adanya peningkatan jumlah kendaraan berbahan bakar solar atau ada mafia solar yang beroperasi mendapat keuntungan.
Antrian panjang solar hampir disetiap SPBU ini didominasi kendaraan berat jenis truk, fuso, dump truk dan lohan. Selain itu, ada pula jenis kendaraan kecil seperti L300 ataupun minibus yang berbahan solar.
Baca Juga :
Sayangnya, kendaraan berat yang mengantri merupakan armada angkut barang antar pulau antar provinsi termasuk truk atau fuso pengangkut sembako.
Antrian panjang dan sulitnya mendapat solar ini berdampak pada melonjaknya harga barang di pasaran. Padahal, pabrik belum menaikkan harga namun karena bahan bakar kendaraan yang sulit membuat pengemudi menaikkan harga ongkos.
“Antrian solar di SPBU belum ada solusi yang baik. Setiap hari selama 24 jam terlihat antrian kendaraan yang mengantri panjang di SPBU,” ungkap Nuradi (58) sopir truk yang ikut mengantri di SPBU Sukaraja.(yti)

Leave a comment