Skip to content

Penuhi Air Bersih, Warga Rogoh Kocek Rp 60 Ribu Untuk 1.200 Liter

Gambar ilustrasi sumur bor.(foto : Dok Kementerian PUPR)

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Cuaca panas mulai berdampak pada krisis air bersih dibeberapa wilayah desa di Kabupaten Kaur. Seperti halnya di wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning, krisis air bersih mulai membuat pusing.

Beberapa rumah yang mengalami kekeringan air sumur terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih.

Untuk air 1.200 liter, harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 60.000. Harga air bersih tergantung jarak tempuh pengantaran air.

Meskipun, dibeberapa desa sudah memiliki sumur bor yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) namun belum mencukupi. Bahkan, ada sebagian sumur bor yang tidak berfungsi.

Baca Juga : 

Penguatan Kapasitas Bawaslu Kaur, Kordiv HPPH Bimtek PHPU Di MK

Begitu pula, bangunan sumur bor yang dibangunan melalui program Pamsimas maupun program sanitasi lainnya yng bersumber dari APBN dan APBD.

Sumur bor tersebut hanya berdiri bangunan dan galian sumur namun tidak termanfaatkan. Masalahnya beragam, mulai dari air tak ngocor, mesin rusak hingga listrik.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih kebutuhan rumah tangga harus beli. Harganya lumayan besar, dan air hanya cukup untuk bebeberapa hari saja,” ungkap Wadi (52).(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan